
Madura United Kalahkan PSM 1-0
14 menit yang lalu
Program ini menawarkan bahan pokok dengan harga terjangkau dan melibatkan pelaku usaha lokal.
Terbit · 1 min read

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin dan bergiliran di sejumlah lokasi untuk membantu mengendalikan harga pangan. Menurut laporan ANTARA, Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir menyampaikan program itu juga ditujukan untuk mendukung ketersediaan pasokan.
Jemakir memberikan keterangan di Madiun pada Sabtu (31/10/2026). Lokasi GPM tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Madiun.
Menurut Jemakir, GPM merupakan bentuk kerja sama pemerintah kota dengan sejumlah lembaga, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program itu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Jemakir menyatakan ketersediaan pangan di Kota Madiun dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah kota juga mengadakan GPM secara rutin untuk menstabilkan harga komoditas utama.
Lokasi yang disebut antara lain Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo, Lapak Joglo Palereman di Kelurahan Kelun, dan Lapak Pagu Indah di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Kelurahan Manisrejo.
Lokasi lainnya mencakup Lapak Kalima Reksogati di Kelurahan Sogaten, Lapak Simander di Jalan Taman Praja, Kelurahan Pandean, serta Lapak Sriti di Kelurahan Nambangan Lor.
Dalam pelaksanaannya, DKPP melibatkan Disdag, Bulog, PG Rajawali I, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah setempat. Menurut laporan yang sama, komoditas yang dijual antara lain beras SPHP Rp55.000 per pak, gula pasir Rp16.500 per kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, dan telur ayam ras Rp20.000 per kilogram.
GPM juga menyediakan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah besar dalam paket hemat. Kegiatan tersebut turut menjadi sarana promosi bagi usaha lokal. Jemakir berharap kolaborasi antara Pemkot Madiun dan Pemprov Jatim dalam penyediaan pangan murah serta pemberdayaan usaha mikro dapat menjaga daya beli masyarakat.