
Sinopsis Terbaik Itu Kamu Episode 14
15 menit yang lalu
Temuan Doktif belum menjadi kesimpulan resmi; penjualan Beeru Stevia dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji BPOM.
Terbit · 1 min read

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menelusuri dugaan kandungan pemanis buatan dalam Beeru Stevia, menurut laporan CNBC Indonesia. Dugaan itu mencuat setelah Dokter Detektif (Doktif), seorang pemengaruh, menyampaikan hasil pengujian laboratorium terhadap produk tersebut.
Dalam keterangan yang dikutip CNBC Indonesia dari Detik.com, BPOM menyatakan proses pengambilan sampel dan pengujian masih berlangsung. Keterangan itu disampaikan pada Kamis (29/10/2026); BPOM mengatakan hasilnya akan disampaikan setelah pengujian tersedia.
Doktif menyebut hasil pengujian menunjukkan adanya sukralosa dan neotam dalam produk yang dipasarkan sebagai pemanis berbahan stevia murni dengan klaim nol kalori. Ia juga menyoroti bahwa kedua pemanis tersebut disebut tidak tercantum dalam daftar komposisi produk.
Dokumen hasil pengujian yang ditampilkan Doktif mencatat kandungan karbohidrat 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram. Dokumen itu juga mencantumkan sukralosa 101.297,89 miligram per liter dan neotam 5.280,99 miligram per liter.
Hasil yang diungkap Doktif tersebut belum menjadi kesimpulan resmi regulator. Kepastian mengenai kandungan, keamanan, serta kesesuaian produk dengan ketentuan masih menunggu hasil pengujian BPOM.
Di tengah polemik tersebut, Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia. Perusahaan juga meminta maaf atas keresahan yang muncul, menurut laporan CNBC Indonesia.
Manajemen Beeru Indonesia menyatakan tengah melakukan penelusuran internal dan berkoordinasi dengan pihak manufaktur. Dalam pernyataan tertulis yang dikutip CNBC Indonesia, perusahaan menyebut mitra manufaktur menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi.
Pernyataan perusahaan itu disampaikan pada Kamis (29/10/2026). Hasil pengujian BPOM belum tersedia dalam materi yang dilaporkan.