
Terminal Kampung Rambutan Bangun Lift untuk Nataru
8 menit yang lalu
Kader Ibu SAPA disiapkan untuk memberi dukungan awal dan menghubungkan perempuan serta anak dengan layanan profesional.
Terbit · 1 min read

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan kader Ibu Sahabat Perempuan dan Anak (Ibu SAPA) untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di keluarga serta masyarakat. Menurut laporan ANTARA, Hani Pramono Anung menyampaikan pernyataannya di Jakarta pada Selasa (27/10/2026).
Penasihat DWP Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, berharap para kader bersedia mendengarkan, menjaga kepercayaan dan privasi, serta menghubungkan perempuan dan anak yang membutuhkan pertolongan dengan layanan yang tepat.
Hani mengatakan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan bersama. Menurut dia, kekerasan dapat terjadi di rumah, ruang publik, maupun lingkungan sekitar yang semestinya memberi rasa aman.
Ia menyebut sebagian korban belum berani bercerita karena takut, malu, khawatir tidak dipercaya, atau tidak mengetahui tempat untuk mencari pertolongan. Karena itu, kader Ibu SAPA diharapkan mendengarkan korban, menjaga kerahasiaan, dan membantu mereka mengakses layanan sesuai kebutuhan.
Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto, menjelaskan bahwa kader Ibu SAPA merupakan perwakilan DWP dari perangkat daerah serta kota dan kabupaten administrasi. Mereka disiapkan untuk berperan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.
Program tersebut mencakup komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kekerasan, serta asesmen awal dan rujukan bagi kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, menurut laporan yang sama. Para kader telah mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis selama sekitar dua hari sebelum dikukuhkan.
Lisniawati menegaskan kader Ibu SAPA tidak menangani seluruh kasus kekerasan secara mandiri. Mereka menjadi penghubung agar korban memperoleh konsultasi dan penanganan tenaga profesional melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.
Ia mengatakan keberlanjutan program memerlukan sinergi DWP DKI Jakarta, Dinas PPAPP, dan berbagai pihak terkait. Pembekalan serta pendampingan berkala juga dinilai penting untuk membantu kader menjalankan perannya.