
World Young Scientist Summit 2026 Dibuka di Wenzhou
11 menit yang lalu
Indonesia memasok sekitar 3,36 juta ton gas ke Singapura pada 2025; data juga mengaitkan sejumlah blok dengan Medco dan PHE.
Terbit · 2 min read

Indonesia memasok sekitar 3,36 juta ton gas alam ke Singapura sepanjang 2025, dengan nilai sekitar US$1,73 miliar, menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip data impor World Bank WITS. Jumlah itu menjadikan Indonesia pemasok terbesar berdasarkan gabungan berat gas dan gas alam cair (LNG).
Data yang dikutip dalam laporan tersebut mencatat pengiriman sepanjang 2025 terdiri atas sekitar 3,30 juta ton gas berbentuk gas dan 64,2 ribu ton LNG. Total impor gas Singapura pada tahun itu tercatat sekitar 11,13 juta ton.
Indonesia menyumbang sekitar 30,22 persen dari berat impor tersebut. Indonesia, Qatar, Malaysia, dan Australia secara gabungan memasok sekitar 91,5 persen; angka-angka itu dihitung berdasarkan berat, bukan pangsa energi atau kontribusi terhadap pembangkitan listrik.
Laporan CNBC Indonesia menyebut pasokan Indonesia berasal dari sejumlah blok migas, termasuk Corridor, Jabung, South Natuna Sea Block B, Natuna Sea Block A, dan Kakap. Dokumen Medco yang dirujuk laporan itu mengelompokkan pemasok dari Sumatra dan Natuna Barat.
Medco mengoperasikan Corridor dan Natuna B bersama mitra yang memiliki hak partisipasi masing-masing. Laporan itu menyebut Medco dan Pertamina Hulu Energi sama-sama memiliki kepentingan di Corridor, sehingga seluruh produksi blok tersebut tidak dapat dianggap sebagai milik Medco.
Untuk South Natuna Sea Block B, laporan tersebut mencatat porsi 90 BBTU per hari dalam kontrak lama dengan SembGas Singapore serta parameter 40-80 BBTU per hari dalam kontrak Juni 2023. Kedua angka berasal dari kontrak berbeda dan tidak membuktikan pengiriman bersamaan ataupun total ekspor aktual Medco ke Singapura.
Pada semester I-2026, Medco mencatat kenaikan pendapatan dan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut laporan CNBC Indonesia, kinerja itu didukung peningkatan produksi, tambahan kepemilikan di Corridor, kinerja Forel dan Terubuk di Natuna B, serta kontribusi investasi di Amman Mineral sebesar US$104,2 juta terhadap laba bersih, berbalik dari kontribusi negatif US$31,1 juta pada semester I-2025.
Pendapatan Medco dari GSPL tercatat US$152,6 juta pada semester I-2026, dibandingkan US$65,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Per Selasa (30/6/2026), total aset Medco mencapai US$9,033 miliar, sedangkan pemerintah Singapura pada Minggu (25/10/2026) menyatakan pengurangan pasokan Indonesia sebesar 17 BBTU per hari selama 18 hari; pengumuman itu tidak merinci porsi tiap pemasok dan laporan semester pertama belum mencakup perkembangan Oktober.