
Selatox Kenalkan Industri Biofarmasi kepada Mahasiswa UI
11 menit yang lalu
Capaian pemantauan balita Gorontalo mencapai 60,87 persen hingga September 2026, melampaui target nasional.
Terbit · 1 min read

Provinsi Gorontalo mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam penimbangan dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan balita di Posyandu. Menurut laporan ANTARA, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menyebut capaian hingga September 2026 mencapai 60,87 persen.
Anang menyampaikan keterangan itu di Gorontalo pada Rabu (4/11/2026). Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 55 persen.
Menurut laporan yang sama, Anang mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam memperkuat penyelenggaraan Posyandu, dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan.
Laporan ANTARA menyebut tiga unsur yang menopang capaian itu, yakni inovasi Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM (OPTALA), peran kader Posyandu, dan pembinaan Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo.
OPTALA digunakan untuk memantau dan mengevaluasi pelaporan kegiatan Posyandu secara berkala. Umpan balik rutin kepada puskesmas di seluruh kabupaten dan kota ditujukan untuk memperbaiki kualitas data.
Evaluasi bulanan juga menjadi dasar untuk mengenali wilayah dengan capaian pelaporan rendah. Menurut laporan yang sama, koordinasi, pembinaan, dan tindak lanjut dilakukan bersama puskesmas.
Pembinaan Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo mencakup penguatan koordinasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, serta optimalisasi peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat. Anang juga mengapresiasi Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Mokodongan atas pembinaan langsung di Posyandu 6 SPM.
Anang mengatakan capaian tidak hanya dilihat dari angka penimbangan dan pelaporan, tetapi juga dari mutu pemantauan untuk mendukung deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia menyebut pemerintah kabupaten dan kota bersama para pemangku kepentingan berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan capaian, termasuk melalui penguatan data, konsistensi pelayanan, dan pembinaan kader. Laporan itu menyebut upaya tersebut diharapkan mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak.