
Bhayangkara Lampung FC Kalahkan PSPS 3-1
37 menit yang lalu
Massimo Rivola menyatakan pihak MotoGP sebaiknya mengikuti keputusan penyelenggara terkait balapan di Qatar.
Terbit · 1 min read

CEO Aprilia Massimo Rivola menyatakan tim dan personel MotoGP sebaiknya mengikuti keputusan penyelenggara terkait kontroversi balapan MotoGP Qatar 2026. Menurut laporan CNN Indonesia, Rivola menyampaikan pandangan itu saat sejumlah tim dan pembalap mempertanyakan keamanan balapan.
Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail, Qatar, pada akhir pekan yang disebut dalam laporan. CNN Indonesia melaporkan ketegangan di Timur Tengah menjadi latar keraguan sejumlah pihak untuk berangkat.
Tim pabrikan Yamaha bersama pembalap Fabio Quartararo dan Alex Rins dilaporkan menolak terbang ke Qatar dengan alasan keamanan. Sejumlah pembalap lain juga disebut keberatan untuk mengikuti balapan.
Aprilia, menurut laporan CNN Indonesia, tidak mempersoalkan situasi tersebut. Rivola menolak memperdebatkan kontroversi itu dalam percakapan dengan media Spanyol, AS.
Rivola berpandangan bahwa semua pihak perlu menghormati keputusan Dorna Sports sebagai promotor. Ia menyebut penyelenggara telah memberikan jaminan keamanan untuk MotoGP Qatar 2026.
Dalam pernyataan yang dikutip CNN Indonesia dari Motorcyclesports, Rivola mengatakan keberangkatan seharusnya mengikuti keputusan penyelenggara yang dinilai memiliki informasi dan dokumentasi terkait. Ia menyampaikan bahwa ketentuan itu berlaku bagi pembalap maupun personel lain.
Rivola juga menyatakan pandangan tersebut berlaku bagi mekanik, insinyur, jurnalis, dan staf pendukung. Ia menilai pihak yang tidak bersedia menjalankan pekerjaan itu dapat memilih untuk tidak berangkat.