
Ryan dan Adi Pertahankan Dua Gelar Nasional
10 menit yang lalu
Erupsi Bromo terekam selama 46 detik; warga dan wisatawan diminta menjauhi kawah aktif.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) pukul 17.11 WIB. Kolom letusan teramati setinggi 500 meter di atas puncak.
Erupsi terjadi di Gunung Bromo. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Budi Marwanto, menyebut tinggi kolom itu setara 2.829 meter di atas permukaan laut.
Budi mengatakan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan bergerak ke arah barat. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik.
Menurut laporan yang sama, aktivitas asap abu masih teramati setelah letusan awal. Asap setinggi 500 meter terpantau mengarah ke barat hingga pukul 18.43 WIB.
Budi menyampaikan bahwa embusan tersebut tidak disertai gempa letusan. Tremor yang tercatat dominan beramplitudo 1 milimeter.
Setelah erupsi, petugas mengimbau masyarakat dan pengunjung, termasuk wisatawan serta pendaki, agar tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.
Budi juga mengingatkan warga, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata untuk mewaspadai kemungkinan letusan freatik. Menurutnya, letusan itu dapat terjadi tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.