
MU Kalah 0-2 dari Chelsea
11 menit yang lalu
Webinar membahas pendidikan tinggi, budaya akademik, dan persiapan studi di Australia bagi pelajar Indonesia.
Terbit · 1 min read

Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra mendorong pelajar Indonesia melanjutkan studi di Australia melalui webinar nasional, menurut laporan ANTARA.
Webinar bertema “Membuka Cakrawala Pendidikan Global: Sistem Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan Australia” itu diselenggarakan pada Sabtu (31/10/2026). Laporan tersebut tidak menyebutkan lokasi pelaksanaan.
Menurut keterangan KBRI yang dikutip ANTARA, agenda itu dirancang untuk memberi panduan tentang sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, dan adaptasi kehidupan mahasiswa Indonesia di Australia. Kegiatan itu juga bertujuan membuka peluang studi jenjang S-1, S-2, dan S-3.
Keterangan tertulis HIKMU menyebut webinar diikuti akademisi, pelajar, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah. Tiga narasumber membahas kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi persaingan global.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati, mengatakan Australia memiliki pendidikan tinggi bereputasi dunia dan terbuka bagi mahasiswa Indonesia. Ia juga menyebut kehidupan kampus di negara itu mengedepankan keberagaman budaya serta budaya akademik yang kritis dan mandiri.
“Pendidikan di Australia bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan pengasahan berpikir kritis dan pembentukan jejaring internasional,” kata Yuli. Ia mengatakan KBRI Canberra berkomitmen menjembatani jejaring pendidikan agar lebih banyak pelajar Indonesia dapat mengenyam pendidikan berkualitas dan membawa pulang inovasi.
Ketua Umum HIKMU Askan Naim menyebut webinar tersebut sebagai bentuk komitmen organisasi untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Menurut Askan, pemahaman tentang budaya dan sistem pendidikan luar negeri menjadi bekal calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara mental dan akademis.
Bendahara Umum HIKMU Kartini Madjid menekankan perlunya perencanaan studi dan pemanfaatan beasiswa secara efektif. Ia mengatakan HIKMU berupaya memberikan pendampingan dan akses informasi agar peluang beasiswa dapat dimanfaatkan, terutama oleh pelajar dari Maluku Utara.
HIKMU dan KBRI Canberra berharap dapat melanjutkan program edukatif untuk mendorong generasi muda Indonesia menempuh pendidikan internasional. Kartini juga menyebut perencanaan studi perlu mencakup aspek akademis, administrasi, dan keuangan.