
Indonesia Expo 2026 Hasilkan Empat MoU pada Hari Pertama
27 menit yang lalu
Aksi akhir pekan ketiga menyoroti biaya hidup dan pendidikan, dengan 70.000 petugas dikerahkan.
Terbit · 1 min read

Ribuan orang, sebagian besar anak muda, berunjuk rasa di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu (31/10/2026). Menurut laporan iNews.id, demonstrasi itu merupakan aksi akhir pekan ketiga berturut-turut yang menyoroti biaya hidup dan pendidikan.
Sekitar 70.000 polisi dan petugas keamanan dikerahkan di seluruh Prancis untuk mengantisipasi potensi kerusuhan. Rute demonstrasi di Paris dialihkan ke kawasan pinggiran ibu kota, menurut laporan yang sama.
Laporan iNews.id juga menyebut aksi serupa yang melibatkan kaum muda berlangsung di Jerman dan Italia.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez memperingatkan risiko kerusuhan sangat tinggi, terutama setelah gelap pada perayaan Halloween. Peringatan itu disampaikan setelah polisi menangkap ribuan orang menyusul kerusuhan dan penjarahan dalam demonstrasi pada 17 dan 24 Oktober 2026, meski sebagian besar aksi berlangsung damai.
Di Porte de Bagnolet, pinggiran timur Paris, beberapa ribu orang mulai berkumpul pada Sabtu sore. Barisan pelajar bersiap memimpin aksi dengan bergandengan tangan, sementara petugas keamanan dari serikat buruh CGT berjaga di bagian depan massa.
Polisi juga bersiaga di jalan-jalan sekitar lokasi, menurut laporan iNews.id. CGT disebut sebagai salah satu serikat buruh terbesar di Prancis.
Tuntutan peserta beragam. Siswa sekolah menengah memprotes sistem penerimaan universitas, aktivis lingkungan menyuarakan isu iklim, sedangkan kelompok masyarakat lainnya menyoroti tingginya biaya hidup.