
10 Kuliner Legendaris di Pasar Baru
15 menit yang lalu
Kabut asap karhutla dan kuliah daring membuat omzet pedagang kantin kampus di Palembang merosot.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan omzet pedagang di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satunya Yana (51), pedagang pempek di kantin kampus UIN Raden Fatah Palembang.
Laporan itu menyebut asap karhutla sudah berbulan-bulan membekap sejumlah daerah di Sumatra dan Kalimantan, termasuk Palembang. Selain kualitas udara yang memburuk dan berpengaruh pada kesehatan, perekonomian warga ikut turun.
Yana sudah 15 tahun berjualan di kantin kampus tersebut. Kantin yang biasanya ramai oleh mahasiswa kini sepi.
Menurut laporan yang sama, omzet Yana anjlok sejak kabut asap intens menyelimuti Palembang. Jika biasanya ia bisa meraup setidaknya Rp1 juta per hari, kini penghasilannya tidak cukup untuk menutup modal.
Penyebab utamanya adalah tidak adanya pembeli dari kalangan mahasiswa. "Mahasiswa belajar daring sudah hampir satu bulan," kata Yana lirih saat ditemui CNNIndonesia.com, Sabtu (24/10/2026) pagi.
Akibat kabut asap, pihak kampus memberlakukan kuliah daring. Hampir satu bulan kampus sepi tanpa mahasiswa, sehingga tidak ada yang datang membeli di kantin.
Yana berharap pihak kampus tidak lagi memberlakukan kuliah daring dan asap segera hilang dari langit Palembang.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyebut jarak pandang di Palembang naik dari 700 meter menjadi 7.000 meter setelah operasi penyemaian es kering. Menurut dia, kejadian karhutla di Sumatera Selatan memang meningkat, tetapi belum terlalu signifikan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.