
Persija Pimpin Klasemen, Lima Besar Ketat
16 menit yang lalu
Erupsi terekam pada 1 November 2026; status Karangetang Level II atau Waspada.
Terbit · 1 min read

Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengalami erupsi yang terekam pada 1 November 2026 pukul 21.18 WITA. Menurut laporan ANTARA, tinggi kolom abu tidak teramati.
Personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Muhamad Fadlan menyampaikan erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi sementara sekitar 1 menit 28 detik.
Fadlan mengatakan teramati erupsi eksplosif kecil dengan lontaran material pijar di sekitar puncak kawah utara. Kolom asap teramati sekitar 1.000 meter dan condong ke barat serta barat laut.
Erupsi itu diikuti guguran lava pijar ke arah selatan sejauh sekitar 200–700 meter. Ke arah barat dan barat daya, guguran meluncur ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang sejauh sekitar 700–1.000 meter.
Ke arah barat laut, guguran lava menuju Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe sejauh sekitar 500–700 meter. Menurut laporan yang sama, erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Karangetang berstatus Level II atau Waspada. Rekomendasi yang disampaikan dalam laporan meminta masyarakat dan pengunjung menjauhi serta tidak mendaki atau beraktivitas di zona prakiraan bahaya, yakni radius 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah utama atau kawah selatan.
Zona bahaya juga mencakup perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer. Laporan tersebut mengingatkan warga agar mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu karena tumpukan material lava sebelumnya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Warga di sekitar sungai yang berhulu dari puncak juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.