
200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Bansos
13 menit yang lalu
Fore menyebut investigasi masih berlangsung dan belum menemukan indikasi penyalahgunaan data pelanggan.
Terbit · 1 min read

PT Fore Kopi Indonesia Tbk. melaporkan kebocoran data sekitar 5,7 juta akun pelanggan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menurut laporan CNBC Indonesia. Perusahaan menyatakan akses tanpa izin terjadi pada salah satu platform pengelolaan data mereka.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip CNBC Indonesia, Fore menyebut investigasi internal menemukan aktivitas tidak wajar. Laporan CNBC Indonesia terbit pada Minggu (1/11/2026), tetapi tidak menyebut tanggal kejadian kebocoran.
Fore menyatakan telah menghentikan akses ilegal dan mengamankan sistem dalam 24 jam setelah aktivitas itu teridentifikasi. Perusahaan juga menunjuk konsultan keamanan siber untuk melakukan pemeriksaan forensik terhadap aplikasi, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan; investigasi masih berlangsung.
Menurut perusahaan, jenis data yang mungkin diakses berbeda pada setiap pelanggan dan dapat mencakup nama, alamat surel, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi, PIN tersandi, serta riwayat pembelian. Manajemen menyatakan aplikasi tidak meminta atau menyimpan Nomor Induk Kependudukan dan foto KTP.
Fore menyatakan informasi pembayaran, termasuk rincian kartu kredit atau debit yang disimpan pada platform terpisah, tidak terdampak. CEO Fore Vico Lomar menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan mengatakan perusahaan berfokus membantu pelanggan terdampak serta memperkuat sistem dan tata kelola keamanan.
Sebagai tindak lanjut, perusahaan menyebut telah menguji keamanan, memperbaiki kerentanan, memperbarui platform, dan menambah lapisan pengamanan. Fore juga menyatakan telah menghubungi pelanggan terdampak secara langsung.
Pelanggan yang menerima pemberitahuan diminta mengganti PIN akun Fore dan PIN akun lain jika menggunakan kombinasi yang sama. Aplikasi juga menerapkan autentikasi dua faktor saat pelanggan masuk dari perangkat baru.
Manajemen menyatakan belum menemukan indikasi penyalahgunaan data yang diakses. Perusahaan mengimbau pelanggan berhati-hati terhadap telepon, SMS, surel, atau pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Fore, serta tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun.