
200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Bansos
13 menit yang lalu
Bahlil mendesak pengembangan proyek migas yang telah mendapat persetujuan dan percepatan lelang blok baru.
Terbit · 1 min read

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas segera menjalankan proyek hulu yang telah disetujui. Menurut laporan CNBC Indonesia, ia menyampaikan permintaan itu dalam Forum Ekonomi, Keuangan dan Komersial Hulu Minyak dan Gas Bumi 2026, dikutip Minggu (1/11/2026).
Bahlil meminta perusahaan yang telah menyelesaikan eksplorasi dan memperoleh persetujuan Rencana Pengembangan untuk segera masuk ke tahap pengembangan lapangan. Lokasi penyelenggaraan forum tidak disebutkan dalam laporan tersebut.
Ia mengatakan produksi minyak dan gas bumi Indonesia secara alamiah terus menurun setiap tahun, sementara sebagian besar lapangan migas dalam negeri telah memasuki fase tua. Percepatan proyek hulu dinilai penting untuk menahan penurunan produksi.
“Jadi kepada Bapak Ibu yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD, tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi, mohon bantuannya,” kata Bahlil, menurut laporan CNBC Indonesia.
Bahlil menyatakan perusahaan yang tidak mampu melanjutkan pengembangan konsesi harus menyerahkannya kepada negara. Pemerintah, katanya, akan menawarkan konsesi itu kepada pihak yang mampu mengerjakannya, termasuk Pertamina. Ia juga menyebut kemungkinan berbagi dengan perusahaan lain demi meningkatkan produktivitas dan produksi.
Ia juga meminta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempercepat lelang serta penandatanganan Kontrak Kerja Sama. Menurut Bahlil, terdapat potensi 118 blok migas baru yang akan dilelang pemerintah.
Bahlil meminta perusahaan melaporkan jika menemukan praktik yang disebutnya sebagai permainan atau cara “di bawah tangan” dalam pendaftaran lelang, perizinan, maupun pengurusan kontrak dengan Ditjen Migas. Ia mengatakan tender harus terbuka dan pekerjaan diberikan kepada pihak yang serius.
Menurut laporan yang sama, Bahlil menyebut kebutuhan minyak Indonesia terus meningkat dan belum tercukupi oleh produksi dalam negeri. Kebutuhan saat ini sekitar 1,5-1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak mentah masih sekitar 600.000 barel per hari; ia mengatakan peningkatan produksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.