
Polres Kepulauan Seribu Rangkul Pengusaha Transportasi
20 menit yang lalu
Kemenhub berkoordinasi dalam pencarian satu personel yang hilang dan menyiapkan pemeriksaan awal kecelakaan.
Terbit · 1 min read

Kementerian Perhubungan mendukung penanganan kecelakaan helikopter yang digunakan untuk misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan, termasuk pencarian satu personel yang belum ditemukan. Menurut laporan ANTARA, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan prioritas tersebut.
Helikopter jatuh saat mengambil air untuk kegiatan pemadaman melalui pengeboman air di kawasan Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Laporan sementara menyebut kecelakaan terjadi pukul 11.56 WIB, tetapi tidak mencantumkan tanggal kejadian.
Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225 itu memiliki nomor registrasi VH-HGM. Pesawat tersebut dioperasikan untuk mendukung misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Sungai Barito.
Helikopter membawa tiga personel, yakni dua pilot dan satu petugas pendaratan helikopter. Dua pilot dilaporkan selamat, sedangkan satu personel masih dalam proses pencarian.
“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik, khususnya mendukung upaya pencarian terhadap satu personel yang belum ditemukan," kata Lukman, menurut laporan ANTARA.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara serta Otoritas Bandar Udara berkoordinasi dengan operator, BNPB, dan instansi terkait. Koordinasi itu mencakup proses pencarian personel yang belum ditemukan.
Selain memantau pencarian, Kemenhub menyiapkan pemeriksaan awal terkait kelaikudaraan dan pengoperasian helikopter. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara akan mengumpulkan data serta informasi teknis sesuai kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.