
KP2MI Fasilitasi Seleksi Pekerja Hotel Turkiye
17 menit yang lalu
Program ini mencakup pemilahan sampah rumah tangga, pemulihan ekosistem laut, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengembangkan kawasan wisata bebas sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga serta pemulihan ekosistem laut. Menurut laporan ANTARA, Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyampaikan hal itu di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Fadjar menyebut tiga aspek utama pembangunan lingkungan berkelanjutan di wilayah tersebut: pariwisata bebas sampah, pengembangan ekosistem bahari, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam upaya pariwisata bebas sampah, pemerintah kabupaten menjalankan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Menurut Fadjar, seluruh rumah di Kepulauan Seribu telah memilah sampah di tingkat rumah tangga.
Pemerintah juga mengembangkan Pulau Pramuka dan Pulau Bidadari menuju konsep nol sampah. Pulau Pramuka ditetapkan sebagai percontohan program Pulauku Nol Sampah.
Untuk memulihkan lingkungan laut, pemerintah kabupaten mendorong perbaikan dan transplantasi terumbu karang serta lamun, juga pemanfaatan bambu sebagai rumah ikan. Upaya tersebut diharapkan membantu pemulihan habitat biota laut dan menjaga sumber daya pesisir.
Pada aspek ekonomi, warga didorong terlibat dalam pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali sampah. Fadjar mengatakan residu plastik, tekstil, dan popok bayi dapat masuk ke dalam kegiatan ekonomi sirkular, sementara sampah organik dapat diolah menjadi pupuk cair, pupuk padat, dan briket biomassa.
Fadjar mengatakan, “Sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai beban yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.” Ia juga menyebut sinergi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya membangun pengelolaan lingkungan yang mendukung pelestarian dan kesejahteraan.
Menurut laporan yang sama, Kepulauan Seribu tidak lagi mengirim sampah ke TPST Bantargebang sejak 1 Agustus 2026. Fadjar berharap Pulau Pramuka dapat menginspirasi pulau-pulau lain untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan.