
BRI Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan di Sleman
12 menit yang lalu
Wawancara calon pekerja migran menjadi bagian upaya memperluas peluang kerja luar negeri melalui Program SMK Global.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memfasilitasi wawancara calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dengan pemberi kerja sektor perhotelan dari Turkiye. Menurut laporan ANTARA, seleksi itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan negara penempatan.
Menurut laporan yang sama, wawancara dihadiri perwakilan pemberi kerja bidang perhotelan Turkiye, sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta Pasim Go Global Migrant Center.
Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Dwi Setiawan Susanto menyampaikan bahwa wawancara merupakan tahapan untuk mencocokkan kualifikasi dan kompetensi calon pekerja dengan kebutuhan pemberi kerja. Pernyataannya dibacakan Sekretaris Direktur Jenderal P3KLN, Sri Andayani, dalam keterangannya di Jakarta pada Ahad (1/11/2026).
“Wawancara ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kualifikasi dan kompetensi calon pekerja sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja. Karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional,” kata Dwi.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas peluang kerja luar negeri melalui Program SMK Global. Dwi menyebut daya saing pekerja migran memerlukan penguasaan bahasa, keterampilan teknis, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja, dari seleksi hingga penempatan.
Sri Andayani menekankan bahwa perluasan peluang kerja perlu disertai tata kelola penempatan yang baik dan jaminan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia. Ia juga berpesan agar CPMI memahami proses penempatan, hak pekerja, serta mekanisme pelindungan sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
“Bekerja di luar negeri tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental. Mentalnya harus mental baja,” kata Sri. Ia menyebut sinergi pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, P3MI, serta pemberi kerja penting untuk menyiapkan pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing global.