
BRI Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan di Sleman
14 menit yang lalu
Pendapatan derivatif COIN naik pada kuartal ketiga 2026, tetapi pendapatan total perusahaan turun.
Terbit · 2 min read

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat pendapatan segmen derivatif sebesar Rp15,08 miliar pada kuartal ketiga 2026, naik 24,6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Menurut laporan ANTARA, kontribusi segmen itu terhadap pendapatan kumulatif juga meningkat pada periode sembilan bulan 2026.
Dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut kontribusi derivatif naik dari 20,1 persen pada periode sembilan bulan 2025 menjadi 36,7 persen pada periode yang sama tahun 2026. Direktur Utama COIN Ade Wahyu menyampaikan keterangan mengenai kinerja itu di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Ade mengatakan pertumbuhan segmen tersebut didukung pengembangan instrumen dan perluasan layanan derivatif oleh perusahaan bersama anak usahanya. Ia menyebut diversifikasi sumber pendapatan diperlukan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Menurut Ade, segmen derivatif mengalami pemulihan paling cepat saat pasar mulai membaik. Ia menilai hal itu menunjukkan produk tersebut semakin matang dan permintaannya semakin nyata.
Ade mengatakan peluang pertumbuhan masih terbuka karena baru enam dari 21 anggota bursa PT Central Finansial X yang menyediakan layanan derivatif kepada konsumen. Namun, perusahaan menyatakan capaian segmen itu terjadi ketika pasar aset kripto nasional bergerak berlawanan arah dibandingkan tahun sebelumnya.
Data internal Central Finansial X yang dikutip dalam laporan ANTARA mencatat nilai transaksi spot aset kripto pada Januari-September 2025 sebesar Rp363,04 triliun, sedangkan transaksi derivatif mencapai Rp44,91 triliun. Pada Januari-September 2026, transaksi spot tercatat Rp216,40 triliun dan transaksi derivatif Rp43,13 triliun.
Perusahaan menyebut kondisi tersebut mencerminkan efek basis tinggi yang memengaruhi pelaku industri, termasuk COIN. Pendapatan perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026 turun 48,6 persen menjadi Rp105,17 miliar dari Rp204,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada kuartal ketiga 2026, pendapatan COIN tercatat Rp31,39 miliar, turun 2,8 persen dari kuartal sebelumnya. Meski demikian, Ade mengatakan perusahaan menjaga fondasi keuangan untuk mendukung inisiatif pertumbuhan dan mengurangi dampak fluktuasi pasar kripto.
Per akhir September 2026, aset lancar perusahaan tercatat Rp378,9 miliar, atau 15 kali total liabilitas sebesar Rp24,5 miliar. Perusahaan menyatakan liabilitas turun dari posisi awal tahun seiring langkah pengurangan utang sepanjang 2026.