
BPBD DKI Salurkan 10 Ribu Liter Air ke Angke
19 menit yang lalu
Pemkab Kutim menyiapkan evaluasi aturan sewa lahan dan kesiapan kawasan untuk menarik investasi.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mendorong optimalisasi investasi industri pengolahan dan energi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Menurut laporan ANTARA, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal itu di Sangatta pada Selasa (3/11/2026).
Ardiansyah menyebut peluang investasi yang mulai dijajaki mencakup gasifikasi batu bara oleh perusahaan asal Tiongkok dan rencana pengembangan produk baterai litium. Ia menyampaikan hal tersebut di Sangatta.
Menurut laporan ANTARA, dua perusahaan telah beroperasi di kawasan itu, sementara tiga calon investor sedang menyiapkan rencana investasi. Pemerintah daerah mendukung pengembangan KEK Maloy.
Ardiansyah menilai minat investor perlu diikuti kesiapan regulasi, infrastruktur, dan tata kelola kawasan. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah mekanisme pemanfaatan lahan.
Pemkab Kutim telah menyiapkan Peraturan Bupati tentang skema penyewaan lahan sejak 2022. Ardiansyah mengatakan aturan itu perlu dievaluasi, terutama terkait tarif sewa.
“Sekarang perlu kita evaluasi kembali, terutama terkait nilai sewanya, agar skema yang diterapkan tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan investasi,” ujar Ardiansyah. Ia menyebut kebijakan lahan perlu memberi kepastian hukum dan mendukung iklim usaha yang kompetitif.
Dalam peninjauan kawasan, pemerintah daerah menilai Sistem Penyediaan Air Minum dan instalasi pengolahan air secara umum cukup memadai. Penanganan jalan berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sehingga koordinasi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas.
Ardiansyah juga menekankan evaluasi kinerja badan pengelola KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, termasuk kejelasan rencana bisnis. Ia berharap kawasan itu berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan di pesisir Kalimantan Timur, serta investasi yang masuk menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Kutim.