
Motor Balap Terbakar Saat Latihan di Tangerang
15 menit yang lalu
Laporan pengamatan mencatat aliran lava pijar dan aktivitas kegempaan Karangetang pada 30 Oktober 2026.
Terbit · 2 min read

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang melaporkan guguran lava pijar mengalir ke sejumlah kali di Gunung Karangetang, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Menurut laporan ANTARA, informasi itu merujuk pada pengamatan gunung tersebut selama periode 30 Oktober 2026.
Personel Pos PGA Karangetang, Nadhif Dhaifullah, menyampaikan keterangan dalam laporan pengamatan yang dibagikan di grup percakapan Info Gunung Api Sitaro di Manado, Sabtu (31/10/2026). Lava pijar dari puncak kawah utara teramati mengalir ke selatan sejauh sekitar 200–700 meter di pelana kawah utara dan selatan.
Dari arah itu, aliran berbelok ke barat dan barat daya sejauh sekitar 300–400 meter, lalu bergerak ke barat daya dan barat sekitar 700–1.000 meter. Laporan menyebut aliran tersebut berpotensi menuju Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.
Guguran lava yang mengarah ke barat laut teramati sejauh sekitar 500–700 meter. Aliran itu berpotensi menuju Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.
Pada malam hari, pengamatan melalui CCTV menunjukkan sinar api di puncak kawah utara setinggi sekitar 5–200 meter dan di kawah selatan sekitar 5–150 meter.
Selama periode pengamatan, Pos PGA mencatat 64 gempa guguran, 238 gempa embusan, 55 gempa tremor non-harmonik, dan 40 gempa tremor harmonik. Pos itu juga merekam satu gempa tornillo, gempa hybrid/fase banyak, tiga gempa vulkanik dangkal, serta delapan gempa tektonik jauh.
Kementerian ESDM masih menetapkan status Karangetang pada Level II (Waspada). Rekomendasinya, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati, melakukan pendakian, atau beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yaitu radius 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah utama di selatan serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Laporan yang sama mengingatkan potensi guguran lava dan awan panas guguran sewaktu-waktu karena tumpukan material lava sebelumnya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Warga di bantaran sungai yang berhulu di puncak Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.