
Polda Metro Tangkap FDM Terkait Penyerangan di Cengkareng
11 menit yang lalu
Program ini menyiapkan pelatihan dan penyaluran kerja bagi pengangguran serta warga pascarehabilitasi narkoba.
Terbit · 1 min read

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memperkenalkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu warga yang belum bekerja mendapat pelatihan dan pekerjaan. Menurut laporan iNews.id, program itu juga menyasar warga yang telah menjalani rehabilitasi narkoba.
Suyudi menyampaikan program tersebut pada Sabtu (31/10/2026). Laporan iNews.id mencantumkan Jakarta sebagai lokasi dalam datelinenya, tetapi tidak merinci tempat penyampaian pernyataan.
Suyudi mengatakan pengangguran berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kita ada kegiatan namanya Poliran, Polisi Peduli Pengangguran. Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran, Karena pengangguran ini berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan kamtibmas,” katanya, menurut laporan yang sama.
Dalam pelaksanaannya, Polri akan melibatkan Bhabinkamtibmas untuk merekrut warga yang belum bekerja. Pendamping desa juga mungkin dilibatkan untuk membantu menjangkau masyarakat di tingkat desa.
“Kita akan mengaktifkan masyarakat yang pengangguran, polanya adalah dengan merekrut melalui bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” ujar Suyudi, menurut laporan yang sama.
Setelah direkrut, peserta akan mengikuti pelatihan sebelum disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Polri berencana bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk pelatihan serta menjalin kerja sama dengan perusahaan melalui nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.