
Veda Ega dan Mario Aji Tiba di Qatar
11 menit yang lalu
Program M4CR menggabungkan rehabilitasi mangrove dengan dukungan usaha bagi kelompok masyarakat pesisir.
Terbit · 1 min read

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kalimantan Utara melibatkan kelompok masyarakat dalam rehabilitasi mangrove sekaligus mendukung pengembangan usaha produktif. Menurut laporan ANTARA, program ini diarahkan untuk menghubungkan pemulihan ekosistem dengan sumber penghidupan warga pesisir.
Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Utara, termasuk Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. M4CR menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 14.576 hektare hingga 2027.
Manajer PPIU M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas mangrove yang direhabilitasi, tetapi juga dari keterlibatan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. “Bagi kami, penting memastikan masyarakat menjadi bagian dari proses pemulihan mangrove sekaligus merasakan manfaat dari program ini. Karena itu, M4CR tidak hanya mendukung kegiatan rehabilitasi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok dan mengembangkan potensi usaha masyarakat di sekitar kawasan pesisir,” ujar Akhmad.
Di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, kelompok Mekar Abadi dan Tunas Abadi Jaya membudidayakan udang dan bandeng dengan sistem silvofishery. Kegiatan budidaya itu memperhatikan keberadaan mangrove sebagai bagian dari ekosistem tambak.
Mekar Abadi dan Tunas Abadi Jaya masing-masing telah menanam mangrove di area seluas 133 hektare dan 130 hektare, dengan total lebih dari 210 ribu bibit. Keduanya juga menerima dukungan sarana produksi melalui program matching grant M4CR untuk menunjang budidaya perikanan.
Dukungan usaha juga diberikan kepada kelompok di wilayah lain. KUKT Inggilad Taka di Desa Tengku Dacing mengolah bambu menjadi kipas tangan dengan sentuhan batik, sedangkan LPHD Bebatu di Desa Bebatu mengembangkan produksi minyak kelapa murni dari kelapa setempat.
Menurut laporan yang sama, penanaman mangrove di Kalimantan Utara telah mencapai 4.443 hektare, menggunakan lebih dari 3,5 juta bibit jenis Rhizophora dan melibatkan 1.354 warga setempat. Kelompok usaha tersebut memperoleh dukungan peralatan produksi, sementara M4CR mengaitkan rehabilitasi mangrove dengan penguatan sumber penghidupan masyarakat pesisir.