
WALHI Desak Polri Buka Identitas Korporasi Karhutla
12 menit yang lalu
Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut dan gotong royong untuk mencegah karhutla.
Terbit · 1 min read

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut untuk memperkuat mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Minggu (1/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jumhur mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan metode pemasukan air. Metode itu memanfaatkan sumber air dari sungai agar air kembali mengalir dan masuk ke lahan gambut.
Jumhur menyebut upaya tersebut diharapkan menjaga kelembapan gambut sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.
Ia juga menjelaskan sekat kanal digunakan untuk menahan air agar tidak cepat terbuang. Dengan demikian, kawasan gambut diharapkan tetap basah, terutama saat memasuki musim kemarau.
Menurut laporan yang sama, Jumhur mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif satuan tugas melalui kegiatan gotong royong, bukan hanya mengandalkan pemerintah.
“Kegiatan gotong royong ini perlu diperkuat dan dilakukan secara masif. Harapannya, pada tahun depan langkah-langkah pencegahan yang kita lakukan sekarang dapat membantu mencegah terjadinya karhutla,” ujar Jumhur.
Jumhur menyebut upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ekosistem gambut dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Dalam kunjungan kerja itu, Jumhur didampingi Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional Satyawan Pudyatmoko. Satyawan mengatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi dan konsolidasi untuk mendukung program konkret dan arahan Presiden. Desa akan menjadi ujung tombak dalam pencegahan karhutla.
Satyawan mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi desa yang menjadi prioritas. “Kita akan identifikasi desa mana saja menjadi prioritas,” katanya.