
Mainan AI Jadi Pendamping Warga China
14 menit yang lalu
Data yang dirujuk mencatat utang rumah tangga per kapita Swiss tertinggi, sementara Kanada mencapai US$58.021.
Terbit · 1 min read

Swiss tercatat memiliki utang rumah tangga per kapita terbesar di dunia berdasarkan data kuartal pertama 2026, menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Visual Capitalist. Nilainya mencapai US$153.138 atau sekitar Rp2,7 miliar per orang.
Data tersebut bersumber dari Bank for International Settlements dan UN World Population Prospects. Utang rumah tangga per kapita Amerika Serikat sebesar US$60.103 atau sekitar Rp1,09 miliar, lebih rendah daripada Swiss.
Di bawah Swiss, Norwegia mencatat utang rumah tangga per kapita US$88.108, disusul Australia US$83.473, Belanda US$69.724, dan Denmark US$65.957. Angka-angka itu disajikan dalam daftar yang dikutip CNBC Indonesia.
Enam dari 10 negara dalam daftar tersebut berada di Eropa, yakni Swiss, Norwegia, Belanda, Denmark, Swedia, dan Inggris. Amerika Serikat mencatat utang rumah tangga per kapita US$60.103, sedangkan Kanada mencapai US$58.021.
Laporan itu menyebut tingginya utang rumah tangga tidak selalu berarti kondisi keuangan masyarakat bermasalah. Di sejumlah negara maju, tingkat utang dapat berkaitan dengan mahalnya harga rumah, hipotek jangka panjang, dan akses kredit yang luas.
Di Swiss, insentif pajak dan praktik pemberian pinjaman disebut mendorong pemilik rumah mempertahankan utang hipotek lebih lama daripada melunasinya lebih cepat. Laporan tersebut juga menyebut kenaikan harga rumah membuat utang rumah tangga semakin berperan dalam ekonomi modern.
Utang yang tinggi dapat mencerminkan kepemilikan aset, akses kredit, dan pasar properti yang kuat. Namun, beban tersebut juga dapat membuat rumah tangga lebih rentan terhadap kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi, dan penurunan harga properti.