
KM Dorolonda Mulai Singgah di Pelabuhan Donggala
12 menit yang lalu
Program di Sungai Duo menggabungkan pemasaran digital dan konvensional serta mendukung pengembangan UMKM lokal.
Terbit · 1 min read

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Rusaimy mengatakan Nagari Creative Hub (NCH) akan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pemasaran melalui platform digital. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat peluncuran NCH di Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026) malam.
NCH tersebut dikembangkan di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Peluncuran berlangsung pada Jumat (30/10/2026).
Vasko mengatakan program itu mendorong pelaku usaha desa menjangkau konsumen di luar Sumatera Barat. Ia juga menyebut pemasaran digital perlu berjalan beriringan dengan pasar konvensional.
“Betul, kita bantu fasilitasi pemasarannya melalui digital, tanpa melupakan pasar darat (konvensional). Keduanya kita kombinasikan,” ujar Vasko, menurut laporan ANTARA.
NCH Sungai Duo dilengkapi panggung kesenian, lapau atau lapak nagari, serta teras nagari yang berfungsi sebagai pusat informasi dan ruang interaksi masyarakat. Vasko mengatakan program tersebut tidak hanya menyediakan tempat berjualan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi nagari dan mendorong pengembangan UMKM lokal.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kata Vasko, akan mengoptimalkan peran organisasi perangkat daerah untuk memperkuat sumber daya manusia dan membantu akses permodalan pelaku usaha. Ia menyebut fasilitas fisik sebagai tahap awal pengembangan program.
“Fisik ini hanya permulaan. Setelah kita siapkan fisiknya, SDM juga kita perkuat, akses permodalan juga dibantu,” kata Vasko, menurut laporan yang sama. NCH merupakan program unggulan Pemprov Sumatera Barat untuk memperkuat kreativitas dan perekonomian masyarakat berbasis nagari.
ANTARA melaporkan, sepanjang 2026 NCH telah diluncurkan di 13 nagari di Sumatera Barat, termasuk Nagari Sungai Duo. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani berharap NCH menjadi tempat belajar dan fasilitasi pemasaran produk unggulan daerah; ia mengatakan pelaku UMKM akan dibekali pengetahuan dan keterampilan berdagang secara daring agar produk lokal dapat menjangkau pasar lebih luas.