
Mahkota Dewa Diteliti untuk Lindungi Ginjal
14 menit yang lalu
Pemerintah menyinergikan kebijakan fiskal dan investasi negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Terbit · 1 min read

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan peran APBN dan Danantara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut laporan CNBC Indonesia, Suahasil menyampaikan hal itu dalam Rapimnas KADIN.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada Jumat (30/10/2026). Suahasil menyebut APBN dan Danantara sebagai dua instrumen pemerintah untuk menggerakkan perekonomian.
Suahasil mengatakan APBN memiliki tiga fungsi besar, yaitu menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, serta menjaga kepercayaan atau kredibilitas. Untuk mendorong pertumbuhan, APBN mendukung kegiatan ekonomi dan investasi.
Ia menyatakan APBN perlu bekerja sama dengan pihak lain, terutama Danantara. Menurut Suahasil, Danantara dapat memobilisasi modal strategis untuk proyek-proyek bernilai tambah tinggi.
Suahasil menjelaskan bahwa Danantara merupakan bagian dari negara dan pemerintah ingin menggandeng kelompok swasta agar optimistis terus membangun serta meningkatkan investasi di berbagai sektor.
Suahasil mengibaratkan APBN dan Danantara sebagai dua tangan pemerintah, yakni kebijakan fiskal dan kebijakan investasi negara yang bersinergi. Ia juga menyebut Danantara sebagai lembaga independen berorientasi laba yang mendukung program strategis pemerintah.
Menurut Suahasil, Danantara memiliki tiga fungsi utama: menggerakkan sektor swasta sebagai mesin pertumbuhan, mendukung investasi strategis, serta menyinergikan program prioritas seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi, dan industrialisasi.
Suahasil mengatakan koordinasi fiskal-Danantara diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan serta menyelaraskan strategi fiskal dan investasi dengan agenda pembangunan nasional. Koordinasi itu juga mencakup penguatan investasi, optimalisasi pengelolaan sumber daya negara, peningkatan kapasitas pembiayaan, dan penciptaan nilai tambah melalui investasi produktif.