
Wali Kota Bitung Buka HUT ke-45 GMIM Wilayah Bitung I
12 menit yang lalu
Operasi SAR dihentikan setelah sonar dan drone belum menemukan korban maupun bangkai KM Feronia.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur telah mengerahkan sonar dan drone bawah laut untuk mencari seorang korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Hingga kini korban belum ditemukan.
Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution menyampaikan hal itu di Kupang, Sabtu (24/10/2026). Ia mengatakan korban, yang bekerja sebagai pemandu selam, belum ditemukan hingga hari kesepuluh pencarian meski sejumlah peralatan telah dikerahkan.
Menurut Irwan, pihaknya mengerahkan kapal pemburu cepat KPC 2007, RIB 02, sonar pancaran tunggal, dan drone bawah air. Peralatan itu membantu tim SAR gabungan menyisir perairan selama 10 hari pencarian.
Irwan menyebut evaluasi dan analisis rekaman drone bawah air serta pencarian dengan sonar belum menunjukkan keberadaan korban maupun bangkai KM Feronia. Menurut dia, arus bawah laut yang dinamis menjadi salah satu tantangan terbesar di lapangan.
Menurut laporan yang sama, operasi pencarian melibatkan 76 personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, serta unsur masyarakat setempat. Penyisiran difokuskan pada sejumlah titik di sekitar lokasi awal kapal tenggelam dengan mempertimbangkan pergerakan arus, yakni perairan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, dan Sebayur.
Untuk memperluas jangkauan, tim SAR gabungan mengoperasikan peralatan khusus sejak hari kedua hingga hari ke-10. Selain sonar dan drone bawah air milik Ditpolairud Polda NTT, tim memakai kendaraan bawah air kendali jarak jauh (ROV) milik PT Farmindo dan sonar pindai samping milik Koarmada II TNI AL Surabaya, didukung KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang, RIB Lanal Labuan Bajo, dan KRI Pulau Fani-731.
Korban yang belum ditemukan adalah seorang pemandu selam berusia 23 tahun yang berdomisili di Labuan Bajo. Setelah mengevaluasi hasil penyisiran dan pemindaian bawah laut, Basarnas Maumere secara resmi menghentikan operasi pencarian, dan hingga operasi ditutup korban maupun bangkai utama KM Feronia belum ditemukan.
Meski operasi SAR dihentikan, personel Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo tetap berpatroli rutin di perairan Taman Nasional Komodo. Irwan mengimbau kapal wisata dan nelayan segera memberi tahu petugas jika menemukan tanda keberadaan korban atau KM Feronia, melalui petugas kepolisian perairan atau layanan pusat panggilan 101 SPKT Polres Manggarai Barat.
Jajaran Ditpolairud Polda NTT juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Doa bersama dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebagai penghormatan kepada korban sekaligus dukungan bagi keluarga.