
Gerai KKMP Pulau Harapan Resmi Beroperasi
13 menit yang lalu
Pelatihan dua hari membahas budi daya hingga pengolahan pascapanen kopi Arabika.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengadakan pelatihan budi daya berkelanjutan dan pengolahan pascapanen kopi Arabika bagi petani di Kabupaten Puncak Jaya. Menurut laporan ANTARA, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Andrias Gobay mengatakan kegiatan itu berlangsung selama dua hari melalui kerja sama dengan Asosiasi Kopi Indonesia (SCOPI).
Andrias menyampaikan keterangan tersebut saat dihubungi dari Nabire pada Jumat (6/11/2026). Laporan ANTARA tidak menyebutkan tanggal pelaksanaan pelatihan.
Menurut Andrias, pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman kopi, mulai dari budi daya, pemeliharaan, dan pemanenan hingga pengolahan pascapanen.
Ia mengatakan Puncak Jaya memiliki potensi pengembangan kopi Arabika, yang perlu didukung keterampilan petani dalam menerapkan teknik budi daya dan pengolahan. Menurut dia, pendampingan pemerintah perlu mencakup tahapan sejak persiapan lahan hingga pengolahan hasil panen, bukan hanya pembagian bibit dan penanaman.
Andrias menjelaskan wilayah pegunungan Papua Tengah berpotensi untuk kopi Arabika, sedangkan dataran rendah berpotensi untuk kopi Robusta. Kedua komoditas itu, katanya, perlu dikelola secara terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas.
Pengembangan perkebunan kopi juga menjadi bagian dari Gerakan Menanam Pohon Kopi yang didorong pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Fritz Nawipa. Program itu diarahkan sebagai investasi jangka panjang bagi ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurut Andrias, petani diharapkan menjadi pelaku utama, dengan dukungan pemerintah berupa pendampingan, sarana produksi, penguatan kelembagaan, dan akses pasar. Pemerintah provinsi juga akan mendorong kerja sama dengan pemerintah kabupaten, SCOPI, penyuluh, pendamping, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain.
Menurut laporan yang sama, pemerintah provinsi menyiapkan perluasan dan peremajaan kebun kopi sekitar 1.400 hektare pada 2026 di Nabire, Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya. Program itu ditujukan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Andrias mengatakan pemerintah ingin kopi dari Puncak Jaya dan kabupaten lain di Papua Tengah dikenal melalui kualitas, cita rasa, karakteristik, dan keunikan asalnya.