
ANTARA Uraikan Mekanisme Vertigo Kambuh
20 menit yang lalu
Suara serak atau hilang dapat dipicu berbagai gangguan dan penggunaan pita suara berlebihan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, suara serak, melemah, atau hilang dapat terjadi akibat peradangan maupun penggunaan pita suara secara berlebihan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memiliki beragam pemicu.
Suara dihasilkan oleh getaran pita suara di dalam laring saat udara dari paru-paru melewatinya. Peradangan, pembengkakan, atau gangguan fungsi pada bagian tersebut dapat mengubah kualitas suara; suara serak dikenal sebagai disfonia, sedangkan hilangnya kemampuan menghasilkan suara disebut afonia.
Laringitis, yang kerap berkaitan dengan infeksi virus seperti flu dan pilek, merupakan salah satu penyebab suara hilang. Menurut laporan yang sama, penggunaan suara berlebihan—misalnya berbicara lama, berteriak, atau bernyanyi keras—juga dapat mengiritasi pita suara, terutama jika tidak diselingi istirahat.
Infeksi saluran pernapasan atas, alergi, paparan asap rokok, polusi, dan bahan kimia juga dapat memengaruhi suara. Refluks asam lambung dapat mengiritasi tenggorokan dan laring, sementara penggunaan suara berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu nodul, polip, atau kista pada pita suara.
Laporan ANTARA menyebut sejumlah langkah untuk mengurangi risiko gangguan suara, antara lain memenuhi kebutuhan cairan, tidak memaksakan suara, dan beristirahat setelah banyak berbicara. Di lingkungan bising, penggunaan mikrofon atau mendekat kepada lawan bicara dapat menjadi pilihan daripada terus menaikkan volume suara.
Menghindari rokok dan asapnya serta menjaga kebersihan dan kelembapan udara juga termasuk langkah pencegahan yang disebutkan. Bagi orang yang mengalami refluks, laporan tersebut menyarankan memperhatikan pemicu makanan dan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara makan dan berbaring.
Menurut laporan yang sama, suara serak yang tidak membaik setelah tiga minggu perlu diperiksakan, terutama jika tidak didahului flu atau infeksi saluran pernapasan. Pemeriksaan juga dianjurkan bila suara hilang sepenuhnya selama lebih dari beberapa hari, keluhan berulang tanpa penyebab jelas, atau disertai kesulitan menelan, nyeri, batuk berdarah, maupun benjolan di sekitar leher.
Kesulitan bernapas memerlukan pertolongan medis darurat. Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dapat memeriksa pita suara; dalam beberapa kasus, pemeriksaan menggunakan endoskop diperlukan untuk melihat laring secara langsung.