
Baskara Putra dan Dipha Barus Menang AMI
14 menit yang lalu
Pelatihan di Pulau Panggang membekali kader dan pengelola RPTRA untuk mendampingi keluarga berisiko stunting.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memperkuat peran kader dan pengelola Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) dalam mencegah stunting melalui pelatihan dan edukasi. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan tenaga lapangan dalam mendampingi keluarga berisiko.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting Semester II Tahun 2026 berlangsung di Ruang Pola Kantor Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu. Laporan tersebut tidak menyebutkan tanggal pelaksanaannya.
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Kepulauan Seribu Simon Baginda Pardomuan Panjaitan mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi dan menyamakan pemahaman tenaga lapangan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
Simon mengatakan peningkatan kapasitas diharapkan membuat kader lebih terampil melakukan deteksi dini, memberikan edukasi pemenuhan gizi, serta mendukung intervensi keluarga secara terpadu. Ia menyebut kader juga berperan menyampaikan informasi kesehatan dan mendorong pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Sebanyak 30 kader dan pengelola RPTRA mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari unsur kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Dasawisma, Posyandu, kader Dapur Sehat Atasi Stunting, serta pengelola RPTRA.
Menurut Simon, kegiatan itu didanai melalui Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana Tahun 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di enam kelurahan di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengatakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader menjadi langkah untuk mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya di wilayah kepulauan. Ia menyebut kader sebagai ujung tombak sosialisasi dan mengatakan pengetahuan yang diperoleh perlu disampaikan kepada warga, terutama keluarga sasaran.