
Danantara: DTIIF 2026 Dorong Investasi Teknologi Global
15 menit yang lalu
Lomba puskesmas melibatkan kader dan lintas sektor untuk mendorong pencegahan DBD serta TBC.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar lomba Kampung Siaga Tuberkulosis dan Kampung Bebas Jentik untuk meningkatkan pencegahan TBC dan demam berdarah dengue (DBD). Menurut laporan ANTARA, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy menyebut lomba itu sebagai strategi melibatkan berbagai sektor dalam menekan kasus.
Kegiatan berlangsung di Jakarta pada Jumat (23/10/2026) untuk lomba Kampung Bebas Jentik dan Senin (26/10/2026) untuk lomba Kampung Siaga Tuberkulosis. Pesertanya terdiri atas kader Juru Pemantau Jentik dan perwakilan 10 tim dari puskesmas kelurahan serta kecamatan di 10 kecamatan Jakarta Timur.
Arief mengatakan lomba tersebut juga dimaksudkan untuk mengapresiasi masyarakat, kader jumantik, pengurus RT/RW, dan pihak lain yang terlibat dalam pencegahan DBD dan TBC.
“Lomba ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan peran serta lintas sektor dalam menekan angka kasus DBD dan TBC di Jakarta Timur,” kata Arief, seperti dikutip ANTARA.
Menurut laporan yang sama, Arief menegaskan bahwa penanganan kedua penyakit itu membutuhkan keterlibatan sektor kesehatan, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.
Data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur yang disampaikan dalam laporan ANTARA menunjukkan kasus DBD meningkat pada Januari hingga Maret 2026, lalu menurun pada April dan Mei. Tren penurunan kembali terlihat pada Juli hingga Agustus, dengan 48 kasus tercatat pada Agustus.
Pada periode 20–26 Agustus 2026, tercatat 11 pasien rawat inap akibat DBD. Sementara itu, temuan TBC di Jakarta Timur pada Januari hingga Oktober 2026 mencapai 11.575 orang, dan 8.992 orang di antaranya telah memulai pengobatan.
Tiga peserta teratas lomba Kampung Bebas Jentik akan menjalani verifikasi lapangan untuk mewakili Jakarta Timur pada tingkat Provinsi DKI.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.