
Pemerintah Alihkan 31 Juta Kaki Kubik Gas
14 menit yang lalu
Metode suntik gambut menjangkau bara di bawah tanah, tetapi memerlukan pasokan air yang besar.
Terbit · 1 min read

Satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggunakan metode suntik gambut untuk memadamkan bara api di bawah tanah, menurut laporan iNews.id.
Laporan iNews.id tersebut terbit pada Sabtu (24/10/2026). Metode itu diterapkan pada lahan gambut yang masih mengeluarkan asap, dengan menggunakan alat khusus berbahan besi berlubang untuk menyalurkan air ke titik bara.
Menurut penjelasan dalam laporan iNews.id, asap dari lahan gambut dapat menandakan bara masih tersimpan di bawah permukaan. Bara yang tidak dipadamkan hingga tuntas berisiko terus menghasilkan asap dan memicu kebakaran kembali.
Dalam metode yang disebut subut itu, petugas menyuntikkan air ke tanah agar dapat menjangkau bagian yang sulit dipadamkan dengan penyiraman biasa. Laporan tersebut menyebut metode ini dinilai efektif untuk menuntaskan pemadaman dan mencegah api kembali menyala.
Namun, penerapannya membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar. Karena itu, metode tersebut untuk sementara diprioritaskan di wilayah perkotaan atau lokasi yang memiliki sumber air memadai.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pasokan air menjadi kendala. “Memang dia padam tapi membutuhkan suplai air yang banyak sekali. Memang permasalahan kita saat ini, air karena satu tangki itu hanya beberapa meter sudah habis,” ujarnya di lokasi, sebagaimana dikutip iNews.id.
Halikinnor juga mengatakan kabut asap yang semakin pekat dipicu kebakaran lahan di wilayah perkotaan dan asap kiriman dari sejumlah kecamatan yang mengalami karhutla.
Laporan iNews.id menyebut Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Kota Besi, dan Seranau sebagai wilayah yang mengalami kebakaran cukup luas.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.