
Fauzan Dorong Hilirisasi Riset Genomik
13 menit yang lalu
Lahan terbatas dinilai tetap bisa menghasilkan pangan, sekaligus membuka peluang pengolahan dan usaha bagi warga.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kota Semarang mendorong masyarakat mengembangkan pertanian perkotaan di lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah. Menurut laporan ANTARA, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan hal itu saat menghadiri panen ubi jalar di Semarang, Selasa (27/10/2026).
Panen berlangsung di lahan percontohan seluas sekitar 1.000 meter persegi di Jalan Payung Mas Raya, RW 12, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik. Agustina mengapresiasi kelompok warga yang mengelola lahan tersebut.
Agustina mengatakan, “Keterbatasan lahan di perkotaan tidak menutup peluang masyarakat untuk memproduksi pangan,” sebagaimana dikutip ANTARA. Panen tersebut merupakan panen ketiga di lahan percontohan itu, setelah dua kali panen pada 2025.
Menurut laporan yang sama, lahan percontohan itu menggunakan kantong tanam untuk membudidayakan ubi jalar varietas Sumbawa dan Cilembu. Agustina menyebut pemanfaatan ruang yang tersedia perlu dikembangkan agar warga memiliki lebih banyak pilihan pangan.
Semarang memiliki 199 kelompok pertanian perkotaan dan 105 kelompok tanaman pangan, kata Agustina. Ia mendorong pendampingan bagi kelompok-kelompok tersebut agar budi daya lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Agustina juga menekankan diversifikasi pangan melalui pemanfaatan sumber karbohidrat selain beras, antara lain ubi jalar, singkong, dan jagung. Menurutnya, hasil budi daya dapat diolah menjadi produk seperti keripik, tepung, dan kue, serta dipasarkan untuk memberi nilai tambah dan membuka peluang usaha.
Ia mengatakan keterhubungan produksi pertanian dengan pengolahan dan pasar dapat mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Agustina berharap lahan percontohan ubi jalar di Pudakpayung dapat menginspirasi kelompok pertanian perkotaan lain di Semarang.