
Danantara Bahas Model Bisnis Koperasi Merah Putih
10 menit yang lalu
Kemensos menyatakan tambahan insentif bagi pilar sosial dapat diberikan sesuai kemampuan fiskal daerah dan aturan yang berlaku.
Terbit · 1 min read

Kementerian Sosial menyambut inisiatif Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memberikan tambahan insentif kepada tenaga pilar sosial. Menurut laporan ANTARA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan insentif dapat diberikan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Saifullah menyampaikan hal itu di Makassar, Selasa (27/10/2026), saat menanggapi paparan wali kota dalam acara penguatan kapasitas pilar sosial se-Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan pemberian insentif diperbolehkan selama tidak melanggar aturan. “Jadi, insentif itu boleh selama tidak melanggar aturan ya. Memang pada dasarnya diperbolehkan untuk memberikan tambahan insentif,” kata Saifullah.
Menurut laporan yang sama, lebih dari 30.000 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Indonesia menerima uang saku rutin dari pemerintah pusat sebesar Rp250.000 per bulan. Pemberian uang saku itu kerap mendapat dukungan tambahan dari gubernur, bupati, atau wali kota di daerah penugasan.
Sulawesi Selatan memiliki sedikitnya 1.147 pilar sosial, yang mayoritas berada di Makassar. Kelompok tersebut mencakup pendamping Program Keluarga Harapan, Tagana, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, dan pekerja sosial masyarakat.
Saifullah menjelaskan sebagian pilar sosial berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, sementara sebagian lainnya merupakan relawan tanpa kontrak kerja atau status pegawai pemerintah. Ia mencontohkan pekerja sosial masyarakat di Makassar yang secara sukarela mendampingi warga miskin untuk memperoleh intervensi pemerintah.
Ia menilai dukungan finansial dan operasional dapat mendorong kerja pilar sosial, termasuk pendataan status sosial-ekonomi warga melalui platform Perlinsos digital. Pemerintah memprioritaskan pendataan tersebut untuk mendukung penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan akuntabel.
Saifullah menyebut pilar sosial juga bertugas dalam tanggap darurat bencana dan digitalisasi bantuan sosial. Menurutnya, jumlah keluarga yang masuk ke sistem layanan digital pemerintah hampir mencapai 15 juta. Kementerian Sosial menargetkan jumlah itu melampaui 48 juta keluarga pada akhir Desember dengan dukungan hampir satu juta agen Perlinsos.