
P3PI: Sawit Tak Layak Ditanam di Lahan Bekas Karhutla
20 menit yang lalu
Rekening investor dan nilai kepemilikan saham di Jawa Timur meningkat hingga Agustus 2026.
Terbit · 1 min read

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rekening investor pasar modal di Jawa Timur mencapai 3,5 juta hingga Agustus 2026, naik 69,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut laporan ANTARA, angka tersebut merupakan catatan OJK.
Horas mengatakan, “Kinerja sektor jasa keuangan di provinsi itu yang tetap tumbuh dan resilien.” Ia menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan media di Yogyakarta, Selasa (27/10/2026).
Nilai kepemilikan saham di Jawa Timur tercatat Rp138,169 triliun, meningkat 25,6 persen. Sementara itu, penghimpunan dana melalui urun dana berbasis efek mencapai Rp69,83 miliar dengan 37 penerbit.
Di sektor perbankan, dana pihak ketiga mencapai Rp866 triliun atau tumbuh 6,03 persen secara tahunan. Penyaluran kredit tercatat Rp645 triliun, meningkat 4,73 persen.
Rasio kredit bermasalah bersih tercatat 1,67 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah bruto sebesar 3,80 persen. Menurut laporan yang sama, pengelolaan risiko dan kualitas penyaluran kredit menjadi perhatian untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan.
Pada sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun, premi asuransi mencapai Rp13,989 triliun atau tumbuh 31,74 persen. Investasi dana pensiun tercatat Rp4,476 triliun, meningkat 1,14 persen.
Piutang perusahaan pembiayaan tercatat Rp45,067 triliun atau turun 1,39 persen. Pembiayaan modal ventura tumbuh 10,44 persen menjadi Rp1,949 triliun, sementara pinjaman lembaga keuangan mikro naik 15,5 persen menjadi Rp175,7 miliar.
Pembiayaan melalui layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi mencapai Rp12,09 triliun, tumbuh 13,26 persen. Pinjaman sektor pergadaian tercatat Rp685,7 miliar atau turun 29,15 persen.
Horas menilai penguatan sektor jasa keuangan juga bergantung pada pengelolaan risiko dan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan produk keuangan. Ia berharap akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha meluas, dengan stabilitas serta perlindungan konsumen tetap terjaga.