
Benavidez dan Cieslak Siapkan Duel Penyatuan Gelar
11 menit yang lalu
Pengerukan dan pemeliharaan turap dilakukan untuk memperlancar aliran sungai serta mengurangi risiko banjir.
Terbit · 1 min read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pekerjaan normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol untuk memastikan pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan turap berjalan. Menurut laporan ANTARA, pekerjaan itu ditujukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko banjir.
Peninjauan berlangsung di Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). Pramono menyebut Mampang dan sekitarnya rawan banjir karena kondisi geografisnya berupa cekungan.
Pramono mengatakan penanganan dilakukan saat musim kemarau panjang, mulai dari pembangunan embung hingga pembenahan pertemuan Kali Mampang dan Kali Krukut. Ia menyebut potensi banjir masih ada, tetapi volumenya diperkirakan berkurang secara signifikan setelah penanganan dilakukan.
Menurut Pramono, hujan dengan intensitas sekitar 100 milimeter per hari dapat memicu genangan dan banjir di sejumlah titik. Pemprov DKI menangani sungai secara terintegrasi karena Kali Mampang dan Kali Krukut terhubung dengan sistem aliran menuju Kanal Banjir Barat.
Hingga saat ini, pengerukan Kali Mampang telah mengangkat sekitar 4.393 meter kubik sedimentasi, dengan sisa pekerjaan sekitar 14.727 meter kubik. Di Kali Krukut, pengerukan telah mengangkat sekitar 8.507,3 meter kubik, sementara sekitar 142.692,7 meter kubik masih tersisa.
Pekerjaan itu ditujukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir di Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pancoran, terutama di sekitar Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat. Pemeliharaan turap dilakukan di Kali Mampang–Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter dan Kali Krukut–Kompleks Canadiyanti sepanjang 241,7 meter.
Pramono mengatakan pemeliharaan turap dan pengerukan perlu dilakukan berkelanjutan agar aliran menuju Kali Krukut dan Kanal Banjir Barat lebih lancar, terutama menjelang musim hujan. Ia menyebut normalisasi juga dilakukan di Ciliwung, Cakung Lama, dan Angke, serta saluran air di berbagai wilayah Jakarta.