
KAMMI Usul RUU Perampasan Aset Sasar Kejahatan Lingkungan
15 menit yang lalu
Rumah sakit kapal menyediakan layanan kesehatan gratis, termasuk operasi bedah, bagi masyarakat Kepulauan Kei.
Terbit · 2 min read

Pertamina International Shipping (PIS) memberikan layanan kesehatan hingga operasi bedah gratis bagi masyarakat Kepulauan Kei melalui Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II. Menurut laporan ANTARA, kapal itu bersandar di Pelabuhan Laut Elat, Maluku Tenggara, selama dua bulan.
Direktur Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, Tasia Risma Lidya, menyampaikan keterangan tersebut di Kei Besar, Maluku Tenggara, Selasa (3/11/2026). Layanan itu diberikan untuk mendekatkan fasilitas kesehatan kepada warga yang menghadapi kendala biaya berobat.
Tasia mengatakan Kei Besar memiliki wilayah geografis yang luas dan tidak memiliki rumah sakit dengan dokter spesialis. Rumah sakit yang tersedia, menurutnya, masih kekurangan sumber daya manusia.
Ia menyebut sebagian warga harus menyeberang ke Kei Kecil untuk berobat dan terkendala biaya. Selama pelayanan yang telah berlangsung hampir dua bulan, pasien rata-rata datang dengan keluhan infeksi paru hingga penyakit ginjal kronis.
Menurut Tasia, sejumlah pasien terlambat mendapat pengobatan sehingga penyakitnya berkembang. Kasus yang memerlukan tindakan bedah, seperti hernia, serta infeksi paru juga ditemukan.
Laporan ANTARA menyebut infeksi menular seksual serta gangguan kesehatan gigi dan mulut juga ditemukan selama pelayanan. Pasien bedah menjadi kelompok yang paling banyak membutuhkan rawat inap, disusul pasien penyakit dalam, termasuk edema paru akut dan penyakit ginjal kronis.
Perawat Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, Josepha, mengatakan kapal itu memiliki 26 tempat tidur rawat inap. Kapasitas tersebut terdiri atas 15 tempat tidur untuk pasien dewasa laki-laki, delapan untuk pasien dewasa perempuan, dan sisanya untuk pelayanan kebidanan dan kandungan.
Menurut laporan ANTARA, rumah sakit kapal tersebut memiliki fasilitas setara rumah sakit umum daerah tipe C, termasuk poliklinik spesialis dan dokter umum, ruang rawat inap, unit gawat darurat, serta ruang operasi. Laporan yang sama menyebut operasi darurat dapat dilakukan selama 24 jam, sedangkan operasi terencana dijadwalkan Senin hingga Jumat.
Josepha mengatakan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan atau kondisinya belum dapat ditangani di kapal akan dirujuk melalui kerja sama dengan rumah sakit di Kota Tual dan Langgur. Menurut laporan ANTARA, kapal itu memiliki dua ruang operasi mayor yang dilengkapi fasilitas anestesi.