
COP31 Digelar di Antalya pada 9-20 November
18 menit yang lalu
Proyek di Kabupaten Malang ditujukan menambah pasokan listrik terbarukan dan mendukung keandalan sistem Jawa Timur.
Terbit · 1 min read

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates berkapasitas 100 megawatt arus bolak-balik (MWac) terus dipercepat untuk menambah pasokan listrik berbasis energi terbarukan. Menurut laporan ANTARA, proyek ini juga ditujukan mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil.
PLTS itu dibangun di Waduk Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Laporan ANTARA menyebut Direktur Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tony Susandy meninjau proyek bersama jajaran PLN.
Tony menyatakan pemanfaatan permukaan waduk untuk pembangkit surya dapat mengembangkan energi bersih tanpa mengorbankan lahan daratan produktif. Ia juga menyebut bendungan yang sudah ada dapat membantu meningkatkan bauran energi terbarukan nasional dan mendukung target emisi nol bersih.
Proyek tersebut memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp. Pengembangannya melibatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali serta PLN Nusantara Power, sedangkan pembangunannya dilaksanakan PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia.
Tony mengapresiasi langkah PLN memanfaatkan permukaan Waduk Karangkates untuk pembangunan PLTS terapung. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Surabaya pada Minggu (8/11/2026), menurut laporan ANTARA.
Wakil Presiden Eksekutif Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Widya Anggoro Putro, mengatakan pembangunan PLTS terapung memerlukan ketelitian rekayasa teknis. Menurutnya, hal itu diperlukan agar pembangkit dapat beroperasi optimal dan mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa Timur.
Manajer Umum PLN UIP JBTB Hendro Prasetyawan menyebut proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi surya. Ia juga mengaitkannya dengan rencana pengembangan kapasitas PLTS nasional hingga 100 GWp.
Hendro mengatakan PLN UIP JBTB bersama PLN Nusantara Power akan mengawal pembangunan agar proyek dapat menghasilkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat.