
Dokter: Air Es Tak Langsung Sebabkan Batuk
13 menit yang lalu
Polda Metro Jaya meminta maaf atas polemik deklarasi dan menyebut kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi.
Terbit · 1 min read

Polda Metro Jaya meminta maaf kepada masyarakat setelah Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI menuai polemik. Menurut laporan iNews.id, permohonan maaf itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Kegiatan tersebut berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. Budi menyampaikan permohonan maaf dalam keterangannya pada 31 Oktober 2026.
Budi mengatakan polisi menerima kritik dan masukan dari masyarakat untuk dijadikan bahan evaluasi. Ia menyampaikan, “Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” menurut laporan yang sama.
Budi menjelaskan, kegiatan itu digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Deklarasi tersebut mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Sejumlah tokoh menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.
Budi menegaskan, Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir atas undangan Polda Metro Jaya selaku penyelenggara. Menurutnya, kedua tokoh itu memiliki niat baik untuk turut memaknai peringatan Sumpah Pemuda.
Polemik kegiatan tersebut menjadi latar permohonan maaf dan evaluasi yang disampaikan Polda Metro Jaya. Laporan iNews.id tidak merinci bentuk kritik yang diterima kepolisian.