
Janice Tjen dan Venus Williams Kandas di Semifinal
12 menit yang lalu
Dokter menyebut batuk dan pilek umumnya disebabkan infeksi, bukan langsung oleh minuman dingin.
Terbit · 1 min read

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Aisya Fikritama Aditya, mengatakan minum air es tidak secara langsung menyebabkan batuk dan pilek. Menurut laporan ANTARA, Aisya menyampaikan hal itu kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Aisya mengatakan flu dan sebagian besar pilek disebabkan virus, bukan suhu minuman. Ia menyebut anggapan bahwa air es langsung menyebabkan flu atau pilek sebagai mitos.
“Anak boleh minum air dingin atau air dengan es selama airnya bersih dan aman dikonsumsi. Suhu minuman bukan penyebab infeksi virus,” kata Aisya kepada ANTARA.
Meski begitu, Aisya mengatakan minuman dingin dapat membuat tenggorokan sebagian anak terasa tidak nyaman atau memicu batuk sementara. Pada anak dengan saluran napas sensitif, paparan dingin juga dapat berkaitan dengan munculnya gejala, tetapi bukan berarti air es menyebabkan infeksi.
Aisya mengingatkan orang tua untuk menjaga kebersihan tangan anak, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, memastikan imunisasi sesuai jadwal, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan istirahat.
Ia mengatakan orang tua tidak perlu melarang anak minum air es hanya karena musim hujan. Kebersihan air dan es yang dikonsumsi tetap perlu dipastikan.
Dokter spesialis anak Mulki Angela mengatakan minuman dingin tidak serta-merta menyebabkan batuk dan pilek, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Menurut laporan yang sama, ia menyebut rasa tidak nyaman di tenggorokan dapat memunculkan keluhan batuk dan kebersihan es perlu diperhatikan.
Mulki mengatakan batuk dan pilek dapat berkaitan dengan infeksi. Ia menyarankan minum es sesekali saja dan tidak berlebihan.