
Jokowi Tersinggung Orang Tuanya Disebut dalam Polemik Ijazah
18 menit yang lalu
Tiga gedung baru SMK Negeri 1 Sasak di Pasaman Barat dibangun dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meresmikan gedung baru SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisia di Kabupaten Pasaman Barat, yang dibangun melalui program revitalisasi untuk menggantikan fasilitas sekolah yang rawan banjir. Menurut laporan ANTARA, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan gedung baru itu diharapkan mendukung pendidikan dan pengembangan potensi daerah.
Peresmian berlangsung di Sasak Ranah Pasisia pada Kamis (5/11/2026). Sekolah sebelumnya berada di kawasan Muaro Sasak dan kerap terdampak banjir, menurut Kepala SMK Negeri 1 Sasak, Desman.
Desman menjelaskan relokasi dilakukan agar sekolah memiliki lokasi yang dinilai lebih aman. Pembangunan dibiayai melalui program revitalisasi sekolah pemerintah pusat lewat Kementerian Pendidikan.
Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 11 Maret 2026 dan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun. Tiga gedung baru itu dibangun dengan alokasi Rp2.999.958.000, atau sekitar Rp3 miliar, dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Mahyeldi menyebut pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan layak serta mengurangi gangguan akibat banjir. Ia juga mengapresiasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurut laporan yang sama, pada 2025 sebanyak 78 satuan pendidikan negeri dan swasta di bawah kewenangan Pemprov Sumatera Barat menerima bantuan revitalisasi. Bantuan itu mencakup pembangunan atau rehabilitasi 77 sekolah serta pembangunan satu unit sekolah baru, dengan total alokasi Rp115,77 miliar.
Pada 2026, pemerintah pusat mengalokasikan Rp48,42 miliar melalui program revitalisasi kebencanaan untuk 34 sekolah di Sumatera Barat. Sebanyak 30 sekolah lainnya menerima bantuan revitalisasi reguler dengan alokasi Rp40,46 miliar; laporan ANTARA menyebut total kedua program sekitar Rp88,89 miliar.
Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan berharap gedung baru dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Desman mengatakan kampus lama tetap akan digunakan sebagai sarana pendukung, sementara sekolah merencanakan penambahan program keahlian baru.