
KORMI Tangerang Atur Lapak UMKM di 24 Arena Forprov
17 menit yang lalu
SUBEC dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif dan pelaku usaha muda Surabaya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Pemerintah Kota Surabaya mengarahkan Surabaya Urban Creative Hub (SUBEC) di bekas Hi-Tech Mall sebagai ruang kreativitas anak muda. Gagasan itu menyertai perubahan fungsi bangunan yang dahulu menjadi pusat perdagangan komputer dan perangkat elektronik.
SUBEC diluncurkan pada 5 Juli 2026 di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR), Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah kota merancangnya sebagai ruang kolaborasi untuk bidang seni, budaya, kuliner, otomotif, teknologi, dan olahraga elektronik, sekaligus tempat UMKM memperkenalkan produk.
Laporan ANTARA menyebut perkembangan terbaru terlihat dalam Creative Community Days 2026 pada Sabtu (7/11/2026). Dalam kegiatan itu, komunitas dan pelaku usaha kreatif memamerkan karya.
Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 mencatat lebih dari 380 pendaftar, melampaui target awal 150 peserta. Setelah melalui kurasi, 50 pelaku usaha terpilih mengikuti pembinaan bisnis.
ANTARA menilai jumlah pendaftar belum cukup untuk mengukur keberhasilan SUBEC. Menurut laporan tersebut, evaluasi juga dapat melihat perkembangan keterampilan, karya, jejaring, peluang usaha, komunitas aktif, dan lapangan kerja.
Pembinaan SSF 3.0 mencakup lokakarya penjualan dan pencitraan merek, penguatan bisnis, serta konsultasi dengan praktisi dan ahli hukum. Materinya antara lain kebutuhan pelanggan, pembagian kerja, dan pengelolaan arus kas.
Laporan itu juga mengutip data BPS 2025 yang dipublikasikan Kementerian Ekonomi Kreatif: tenaga kerja ekonomi kreatif mencapai 27,4 juta orang, dengan 63 persen berasal dari generasi Z dan milenial. Subsektor kuliner, fesyen, dan kriya tercatat menyumbang 66,53 persen terhadap PDB ekonomi kreatif pada tahun tersebut.
ANTARA mengemukakan bahwa SUBEC perlu menjaga akses bagi berbagai komunitas, termasuk penyandang disabilitas, serta mengembangkan program secara berkelanjutan. Laporan itu menekankan pentingnya tata kelola terbuka, fasilitas yang mudah diakses, dan kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, serta sektor swasta.