
QatarEnergy Sepakat Impor LNG dari Cheniere
10 menit yang lalu
Empat titik tangki septik komunal dibangun untuk 21 rumah warga di Cempaka Baru, Kemayoran.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat membangun empat titik tangki septik komunal di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, untuk memenuhi kebutuhan sanitasi 21 rumah warga yang belum memiliki fasilitas tersebut.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cempaka Baru, Wintha Frilliana, menyampaikan hal itu di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Menurut dia, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut program bebas buang air besar sembarangan (BABS) yang ditargetkan tercapai di DKI Jakarta pada 2030.
"Kami sangat menyambut baik setiap ada program pembuatan tangki septik komunal, karena menjadi salah satu target dalam mengurangi jumlah warga yang buang air besar sembarangan," kata Wintha.
Wintha menyebut pembangunan tangki septik komunal telah dimulai pada 16 Oktober dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026. Koordinasi teknis dilakukan bersama pelaksana proyek untuk memastikan penyelesaian tepat waktu sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Menurut dia, pembangunan tangki septik komunal direncanakan berlanjut ke wilayah lainnya. Rencana itu mempertimbangkan ketersediaan anggaran Sudin SDA serta potensi dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Wintha juga mengingatkan warga agar menjaga dan menggunakan fasilitas tersebut sesuai fungsinya, termasuk tidak membuang sampah ke dalam instalasi tangki septik. Ia berharap warga bisa memelihara fasilitas yang sudah dibangun pemerintah dan menggunakannya secara baik.
"Langkah kolaboratif antara pemerintah, pengelola wilayah, dan masyarakat ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya standar sanitasi universal di Jakarta Pusat sebagai bagian dari komitmen kota global yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Cempaka Baru, Hasanudin Moni, mengapresiasi pembangunan fasilitas sanitasi tersebut untuk mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang sehat. Namun, ia menyebutkan tiga rumah warga belum dapat terhubung dengan jaringan tangki septik komunal karena keterbatasan lokasi atau kontur tanah.
"Saya berharap Wali Kota Jakarta Pusat dapat memberikan solusi alternatif berupa bantuan pembangunan tangki septik individual bagi ketiga rumah tersebut agar target bebas BABS dapat tercapai seratus persen," ujar Hasanudin.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.