
Yamaha Absen dari MotoGP Qatar, Terancam Sanksi
12 menit yang lalu
Instalasi di Pustu Wariyau ditujukan untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air warga.
Terbit · 2 min read

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi dari Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan instalasi air bersih di Puskesmas Pembantu (Pustu) Wariyau, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Menurut laporan ANTARA, fasilitas itu ditujukan untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air masyarakat setempat.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau instalasi tersebut saat mengunjungi kawasan transmigrasi Klamono–Segun pada Sabtu (31/10/2026). Ia mengatakan ketersediaan air masih menjadi kendala bagi warga karena sumber yang dapat dimanfaatkan terbatas pada air tanah dan air hujan.
Menurut laporan yang sama, Iftitah menjelaskan bahwa air tanah dan air hujan mungkin hanya cukup untuk mandi, sedangkan kebutuhan dapur dan keperluan rumah tangga lain sulit dipenuhi. Kondisi tersebut menjadi latar penyediaan instalasi air bersih di Pustu Wariyau.
Instalasi itu merupakan bagian dari pendampingan TEP UB yang diarahkan untuk menawarkan solusi berbasis teknologi sesuai kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi. Sebanyak 120 peserta TEP UB dalam 20 kelompok kerja sebelumnya diterima Pemerintah Kabupaten Sorong pada 10 Agustus 2026 untuk memetakan potensi dan mendampingi pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Klamono dan Segun.
Pendampingan TEP di Distrik Segun juga mencakup pembuatan kapal nelayan berbahan serat kaca dan upaya mendorong pengadaan pupuk kompos. Untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah, tim turut mendampingi pengolahan pisang menjadi keripik untuk dijual.
Di Distrik Klamono, TEP mendukung Klamono Agro Living, kawasan agroforestri yang dirintis pemuda setempat melalui hidroponik, budi daya ikan, dan peternakan bebek. Perintis KAL, Theo Momot, mengatakan pendampingan mahasiswa membantu petani muda memahami pemilihan nutrisi dan bibit setelah mereka mengalami kegagalan dalam mengembangkan tanaman hidroponik.
Theo menyebut pengembangan agroforestri di KAL telah mencapai hampir 60 persen. Ia juga mengatakan pendampingan tersebut meningkatkan kepercayaan diri petani muda untuk melanjutkan kegiatan pertanian yang mereka rintis.
Iftitah mengatakan pendampingan perlu mengutamakan peningkatan kemampuan dan penguasaan teknologi agar manfaatnya berlanjut setelah masa penugasan peserta berakhir. Pemerintah Kabupaten Sorong menyampaikan Gelar Karya TEP UB pada 31 Oktober juga disertai penyerahan modul hasil kerja tim kepada pemerintah daerah. Secara nasional, Kementerian Transmigrasi menugaskan 1.476 peserta TEP dari 10 perguruan tinggi mitra untuk riset dan pemberdayaan di 53 kawasan transmigrasi pada 2026.