
Pekerja Garmen Bangladesh Tuntut Upah 30.000 Taka
15 menit yang lalu
Program bongkar ratoon ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pertanian mendorong peremajaan tanaman tebu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas dan menghidupkan kembali daerah itu sebagai sentra gula. Menurut laporan ANTARA, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto menyampaikan dorongan tersebut dalam rilis PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Laporan itu tidak mencantumkan tanggal pelaksanaan program. Rilis SGN diterima di Surabaya pada Senin (2/11/2026), tanpa keterangan tanggal pelaksanaan.
Heru mengatakan Klaten memiliki sejarah panjang dalam industri gula dan pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia. Menurutnya, daerah itu dahulu didukung sembilan pabrik gula, tetapi kejayaannya berangsur memudar.
Bongkar ratoon dilakukan dengan mengganti tanaman tebu lama yang hasilnya menurun dengan tanaman baru. Program ini ditujukan untuk memperbaiki produktivitas, meningkatkan produksi tebu, dan mendorong kenaikan rendemen gula.
Heru berharap kerja sama pemerintah, SGN, petani, dan pemangku kepentingan lain dapat mempercepat peremajaan tanaman serta memperkuat kapasitas produksi perkebunan tebu di Klaten.
Direktur Utama SGN Mahmudi mengatakan penguatan sektor hulu penting untuk membangun industri gula yang berdaya saing. Ia menyebut kualitas bahan baku dari perkebunan memengaruhi hasil produksi di pabrik gula.
Mahmudi menyatakan peningkatan produktivitas perlu dilakukan secara terpadu melalui peremajaan tanaman, penggunaan varietas unggul, perbaikan budi daya, pendampingan, dan penguatan kemitraan dengan petani. Pemerintah berharap upaya tersebut memperkuat pasokan bahan baku industri gula dan mendukung swasembada gula nasional.