
De Red FC Bidik Kemenangan atas PSM Makassar
15 menit yang lalu
Mojtaba menyatakan komandan Iran diminta merespons ancaman dan serangan AS serta sekutunya.
Terbit · 1 min read

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan telah menginstruksikan komandan militer untuk menyerang aset Amerika Serikat (AS) jika Iran kembali diserang. Menurut laporan CNN Indonesia, pernyataan itu disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.
Mojtaba menyampaikan pernyataan tersebut pada Sabtu (31/10/2026), setelah bertemu dengan para pejabat militer. Laporan itu menyebut pernyataan tersebut muncul di tengah ancaman serangan baru AS dan Israel terhadap Iran.
Dalam siaran tersebut, Mojtaba mengatakan telah meminta para komandan senior Iran merespons segala bentuk ancaman dan serangan dari AS serta sekutunya. Ia menyebut tanggapan itu harus dilakukan segera dan efektif, tanpa batasan geografis.
Mojtaba juga mengatakan telah meminta agar daftar target serangan diperbarui. Menurutnya, langkah itu bertujuan memastikan seluruh aset AS dan Israel berada dalam jangkauan Iran.
CNN Indonesia melaporkan bahwa sejumlah media menyebut Washington kemungkinan melancarkan serangan besar ke Iran pada Rabu (4/11/2026), sehari setelah pemilihan paruh waktu AS. Laporan tersebut menyebut serangan itu dikabarkan akan melibatkan bom yang dijuluki Ibu dari Segala Bom dan menargetkan Gunung Pickaxe.
Laporan CNN Indonesia juga menyebut AS dikabarkan mengirim 10 pesawat angkut militer ke Israel pada pekan sebelumnya, serta pesawat militer tambahan ke pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Satu kapal induk dan korps marinir disebut akan tiba di Timur Tengah pada November.
Mojtaba memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan kekuatan penuh. Seperti dikutip Anadolu Agency dalam laporan CNN Indonesia, ia mengatakan angkatan bersenjata dan negara Iran akan menentukan waktu serta kondisi untuk mengakhiri pihak yang menyerang jika serangan militer atau teroris kembali diluncurkan.