
Persib Hadapi Isen Mulang Tanpa Igor Tolic
12 menit yang lalu
Program di Werianggi-Werabur mencakup energi bersih, layanan kesehatan digital, dan penguatan ekonomi lokal.
Terbit · 2 min read

Kementerian Transmigrasi melalui Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) mengembangkan pemanfaatan panel surya dan biogas di kawasan transmigrasi Teluk Wondama, Papua Barat, untuk memperkuat kemandirian energi masyarakat. Menurut laporan ANTARA, program itu dipadukan dengan pengembangan layanan kesehatan dan ekonomi lokal.
Panel surya dipasang di balai Kampung Werianggi dan mulai membantu memperpanjang waktu ketersediaan listrik.
Pembina TEP UI di Teluk Wondama, Trevino Aristarkus Pakasi, mengatakan pengembangan itu menggunakan pendekatan kesehatan terpadu yang menghubungkan kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan ekonomi lokal. Ia menjelaskan energi menjadi fondasi, sementara sistem pangan dan ekonomi lokal menjadi jalur intervensi.
Di kawasan Werianggi-Werabur, TEP UI juga memberikan pelatihan pengolahan kotoran sapi menjadi biogas untuk bahan bakar memasak. Kegiatan yang dikoordinasikan Ardiyansyah bersama timnya itu menyasar penyediaan listrik selama 24 jam dan peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan.
Warga penerima manfaat, Obeth O, mengatakan pelatihan tersebut memperkenalkan cara mengolah limbah peternakan menjadi bahan bakar. Menurut laporan yang sama, Obeth menyebut pelatihan biogas itu merupakan yang pertama bagi masyarakat setempat.
Selain energi, TEP UI mengembangkan penggunaan rekam medis elektronik melalui pelatihan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Nikiwar dan Windesi. Pada awal Oktober 2026, sekitar 20 tenaga kesehatan di Teluk Wondama mengikuti pelatihan untuk mendukung pencatatan data dan mempermudah rujukan pasien antarfasilitas kesehatan.
Tenaga kesehatan Puskesmas Windesi, Siti Harlina, mengatakan pelatihan tersebut membantu pemahamannya tentang penggunaan teknologi dalam pelayanan kesehatan. Pengembangan layanan juga mencakup pembentukan kader komunitas dan pencatatan digital yang dapat digunakan saat koneksi internet tidak tersedia.
Di bidang ekonomi, TEP UI mendampingi pemanfaatan pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian serta pengolahan hasil pertanian, termasuk pala dan hasil sampingnya. Trevino mengatakan hutan perlu dijaga karena menjadi sumber pangan, air bersih, dan penopang kehidupan masyarakat.
ANTARA juga melaporkan bahwa Kementrans pada Juli 2026 menerjunkan 1.476 peserta TEP dalam 246 tim ke 53 kawasan transmigrasi untuk riset, pendampingan, dan pengembangan potensi ekonomi. Pengembangan energi bersih di Teluk Wondama disebut sejalan dengan upaya pemerintah memperluas pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya, termasuk program berkapasitas 100 gigawatt puncak yang diluncurkan pada 25 Agustus 2026.