
Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026
13 menit yang lalu
MPI Sulut berfokus pada pendampingan sosial, literasi anak, dan penguatan gotong royong melalui Mapalus.
Terbit · 1 min read

Theresia Inggrid Manangka memimpin Pimpinan Wilayah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Sulawesi Utara untuk periode kepengurusan mendatang. Menurut laporan Manado Post, ia dikukuhkan bersama pengurus lainnya dalam pelantikan di Manado.
Pelantikan berlangsung di Hotel Courtyard eks Novotel Kairagi, Manado, Jumat (30/10/2026). Theresia didampingi Bambang Hermawan sebagai sekretaris dan Mulyadi Paputungan sebagai bendahara.
Setelah dilantik, Theresia menyatakan ingin membawa MPI Sulut agar tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga memberi manfaat kepada masyarakat. Ada tiga program yang menjadi fokus kepengurusannya.
Program tersebut meliputi pembukaan pos pendampingan sosial dan kebencanaan, perluasan akses literasi serta ruang belajar informal bagi anak-anak di wilayah pelosok, dan penguatan gotong royong melalui tradisi Mapalus.
Menurut laporan yang sama, Theresia mengatakan program akan mengutamakan kearifan lokal dan nilai-nilai masyarakat Sulawesi Utara. Ia menyebut filosofi Si Tou Timou Tumou Tou yang diwariskan G.S.J. Ratulangi sebagai landasan gerakan MPI Sulut.
“Manusia baru utuh bila ia memanusiakan orang lain. Semangat memanusiakan dan menyinari inilah yang akan kami bawa dalam program riil,” kata Theresia. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, tokoh masyarakat, dan pemuka adat untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Menurut laporan yang sama, Ketua Majelis Penasihat Pimpinan Pusat MPI Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan pengurus agar konsisten menjalankan misi pelayanan publik. Ia mengatakan filosofi Matahari Pagi mencerminkan kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kesetiaan memenuhi janji, serta mengingatkan agar organisasi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal.
Dahnil juga mengingatkan agar kader hadir di tengah masyarakat, terutama untuk mendampingi kelompok yang membutuhkan dukungan ekonomi atau perlindungan sosial. Ketua Umum Pimpinan Pusat MPI Sutia Budi meminta pengurus Sulawesi Utara segera bekerja dan merealisasikan program.
Menurut laporan yang sama, Sutia mendorong penyusunan agenda edukasi, advokasi, dan pelatihan keterampilan bagi generasi muda. Ia mengatakan, “Kami ingin kerja advokasi dan edukasi sosial di Sulut dilakukan dengan terencana agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran MPI sebagai pembawa harapan baru.”