
43 Paus Pilot Mati Terdampar di Selandia Baru
19 menit yang lalu
FDR dan bagian ekor helikopter yang jatuh saat operasi karhutla ditemukan di perairan Kuala Pembuang.
Terbit · 1 min read

Tim gabungan TNI menemukan dan mengevakuasi perekam data penerbangan (FDR) serta bagian ekor helikopter MI-17 yang jatuh saat operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Menurut laporan CNN Indonesia, temuan itu diperoleh pada Sabtu (7/11/2026).
Pencarian berlangsung di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Helikopter tersebut jatuh pada Rabu (4/11/2026) di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Menurut siaran pers Pusat Penerangan TNI yang dikutip CNN Indonesia, operasi pencarian dipimpin Kasi Ops Rem 102/Pjg selaku ketua tim. Operasi gabungan melibatkan penyelam TNI AL, personel Penerbad, Polairud, dan Basarnas.
Siaran pers TNI menyebut pencarian dan pengangkatan dilakukan melalui penyelaman. Prosesnya diawali dengan persiapan peralatan dan pengarahan teknis untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan sesuai prosedur.
Setelah dievakuasi, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung penyelidikan kecelakaan. TNI berharap temuan itu membantu mengungkap penyebab kecelakaan.
Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang sebelumnya mengatakan helikopter TNI AD itu mengalami kecelakaan saat mengambil air laut untuk pemadaman dari udara. Helikopter Mi-17V5 tersebut sedang menjalankan operasi penanggulangan karhutla.
Menurut penjelasan Dodo yang dikutip CNN Indonesia, helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB di Kabupaten Seruyan.
Kecelakaan itu mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur. Lima kru yang selamat dirawat di rumah sakit.