
43 Paus Pilot Mati Terdampar di Selandia Baru
11 menit yang lalu
Sebagian anak muda mencari alternatif ponsel pintar karena jenuh dengan layar, sementara pasar ponsel fitur memiliki pola berbeda di sejumlah negara.
Terbit · 1 min read

Sebagian Gen Z di Amerika Serikat mulai beralih dari ponsel pintar ke ponsel dengan fitur lebih sederhana dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip CNBC International, influencer Jose Briones mengatakan sebagian anak muda mencari alternatif dari ponsel pintar.
Briones menyebut kejenuhan terhadap layar sebagai salah satu alasan. Ia menilai sebagian Gen Z bosan menatap layar ponsel pintar.
Menurut Briones, kejenuhan itu mendorong anak muda melirik kembali ponsel jadul atau ponsel fitur, yang memiliki fungsi lebih terbatas dibandingkan ponsel pintar.
Tren tersebut memberi keuntungan bagi HMD Global, perusahaan pemegang merek Nokia. Nokia dikenal sebagai ponsel yang populer dan banyak terjual pada awal 2000-an.
Penjualan ponsel fitur di Amerika Serikat mencapai puluhan ribu unit per bulan pada 2022, meskipun penjualan global kategori tersebut sedang menurun.
Pasar ponsel fitur banyak ditopang oleh Timur Tengah, Afrika, dan India. Menurut Counterpoint Research, negara-negara tersebut menyumbang 80 persen pasar ponsel fitur pada 2025.
Di Indonesia, pasar ponsel pintar disebut sedang lesu seiring penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Laporan IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mencatat pengiriman ponsel pintar di Indonesia turun 14,3 persen pada 2023 menjadi 35 juta unit.