
Gen Z di AS Beralih ke Ponsel Fitur Sederhana
13 menit yang lalu
Sebanyak 43 paus pilot ditemukan mati setelah terdampar di pesisir Ngawi; penyebab kejadian masih diselidiki.
Terbit · 2 min read

Sebanyak 43 paus pilot ditemukan mati setelah terdampar di pesisir Ngawi, dekat Cape Palliser di ujung selatan Pulau Utara, Selandia Baru. Menurut laporan CNNIndonesia.com, Departemen Konservasi Selandia Baru (DOC) masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Paus-paus itu ditemukan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 08.00 waktu setempat di Pantai Ngawi. DOC kemudian melaporkan bahwa paus yang ditemukan di kawasan dari Ngawi hingga Mangatoetoe semuanya mati.
Project Jonah menyebut laporan awal mencatat sedikitnya 20 paus terdampar, dengan empat di antaranya masih hidup. Organisasi itu bekerja sama dengan DOC dan iwi setempat untuk memeriksa kondisi paus serta menyiapkan yang masih hidup agar dapat kembali ke laut saat air pasang.
Namun, dalam pembaruan pada Jumat (6/11/2026) sore waktu setempat, DOC menyatakan seluruh 43 paus yang ditemukan telah mati. Lembaga itu juga bekerja sama dengan iwi untuk menangani paus-paus tersebut sebagai taonga, atau warisan yang berharga.
Project Jonah menggambarkan penanganan kejadian itu sebagai pengalaman sulit dan menyedihkan bagi pihak-pihak yang terlibat. Nelayan setempat Andrew Sim, yang telah menghabiskan lebih dari empat dekade di pantai, mengatakan kepada RNZ bahwa ia pernah melihat paus terdampar, tetapi belum pernah melihat paus pilot terdampar.
DOC menyatakan paus pilot termasuk spesies yang paling sering terdampar, tetapi penyebab terdamparnya secara massal belum dipahami dengan baik. Profesor biologi Universitas St Andrews Ian L. Boyd, dalam pernyataan yang dikirim kepada CNN melalui Science Media Centre, mengatakan kecenderungan sosial paus dapat membuat seluruh atau sebagian kelompok terdampar bersama.
Boyd juga menjelaskan bahwa kejadian terdampar massal kerap berlangsung di lokasi tertentu, termasuk kawasan dengan garis pantai dangkal dan landai. Ia menyebut kelompok paus mungkin bingung dan terjebak ketika air laut surut.
Laporan CNNIndonesia.com menyebut kejadian terdampar massal terbesar di kawasan Oseania terjadi pada 2022, ketika sekitar 500 paus pilot mati di dekat perairan yang dipenuhi hiu di pulau-pulau terpencil Selandia Baru. Pada Februari 2025, lebih dari 150 paus terdampar di lepas pantai Tasmania; semuanya mati atau disuntik mati.